Wanita Karir vs Ibu Rumah Tangga

wanita karir vs ibu rumah tangga

Sekarang sudah mulai memasuki era globalisasi. Teknologi semakin maju. Di era globalisasi ini pun sekarang banyak para wanita yang memilih untuk menjadi wanita karir. Namun masih banyak juga wanita yang tetap menjadi ibu rumah tangga untuk fokus mengurus anak serta keluarganya. Menentukan pilihan antara keluarga atau karir menjadi masalah bagi wanita yang baru berumah tangga. Tuntutan menjadi seorang istri dan ibu yang bertanggung jawab terkadang bentrok dengan keinginan untuk meneruskan karir yang sudah dirintis sejak dulu.

 

Menikah dan memiliki keluarga bahagia memang merupakan dambaan setiap wanita. Akan tetapi pada prakteknya, peran seorang wanita menjadi begitu kompleks ketika memasuki jenjang perkawinan. Seorang wanita dituntut menjadi seorang istri dan ibu yang bertanggungjawab atas anak dan keutuhan rumah tangga. Namun di sisi lain, wanita juga memiliki keinginan untuk memajukan karir yang sudah dirintis sejak dulu karena mereka juga ingin mandiri secara finansial. Ya betul, sebagai wanita kita sering mendapati diri kita di posisi harus memilih antara keluarga atau karir.

Ada beberapa alasan yang membuat wanita tetap bekerja meskipun mereka sudah berkeluarga. Gaji dari suami yang tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari – hari. Apabila gaji dari suami lebih dari sekedar cukup, bisa jadi istrinya lebih memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Selain itu, alasan lainnya adalah tidak rela meninggalkan karir yang sudah dirintis sejak masih lajang, atau merupakan kebutuhan untuk menghilangkan kejenuhan.

Sebelum Anda mengambil keputusan apakah akan menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga, pastikan Anda mempunyai beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Tips – tips di bawah ini mungkin bisa berguna untuk Anda para wanita/ibu muda yang bingung menentukan jalan hidup sebagai ibu rumah tangga atau wanita karir atau menjadi keduanya dengan baik. Yuk disimak!

  1. Coba tanyalah pada diri Anda sendiri, apa yang menjadi prioritas utama Anda? Apa yang membuat Anda bahagia? Apakah mendampingi, membimbing dan mendidik anak – anak Anda setiap saat? Apa Anda merasa dengan bekerja pun kita bisa membimbing anak Anda dengan baik pula?

    2. Coba beberapa saat menekuni pekerjaan menjadi ibu rumah tangga. Misalnya dengan mengambil cuti 2 minggu. Menjadi Ibu Rumah Tangga itu bukan hal yang mudah lho. Tetap di rumah, jalani pekerjaan rumah tangga yang harus dikerjakan, banyak berkomunikasi dengan anak Anda. Jika Anda merasa mantap dengan pekerjaan baru Anda sebagai Ibu Rumah Tangga, jangan sungkan untuk mengajukan surat pengunduran diri ke kantor. Tapi, bila selama 2 minggu itu saja sudah membuat Anda bosan bahkan cenderung stres, ada baiknya bila Anda mencari kerja paruh waktu (part-time) atau pekerjaan yang tetap bisa membuat Anda mengurus keluarga. Lebih baik jika bisa dikerjakan dirumah. Menjadi penulis, pegawai asuransi, bergabung dengan yayasan, buka bisnis online shop bisa dijadikan sebagai alternatif pilihan profesi.

    3. Selalu diskusikan dengan keluarga. Bila Anda memutuskan untuk bekerja, dukungan suami dan anak-anak akan berpengaruh besar. Hal ini sangat penting!

    4. Faktor keuangan juga bisa mempengaruhi keputusan Anda. Gaji suami yang tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari – hari kadang memaksa kita untuk bekerja demi mencukupi kebutuhan keluarga. Jika keadaan seperti ini, tidak ada salahnya bila Anda sedikit berhemat. Buatlah daftar prioritas kebutuhan keluarga tiap bulan. Namun jika tetap masih kekurangan, Anda bisa memikirkan untuk bekerja membantu suami.

 

  1. Jika Anda memilih menjadi wanita karir, maka pintar-pintarlah dalam membagi waktu. Jangan melakukan hal yang berhubunga dengan pekerjaan kantor apapun dirumah, waktu di rumah adalah waktu untuk keluarga.

 

Nah, itu tadi beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan untuk memilih menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga. Semoga bermanfaat.