Tuhan itu Siapa?

Tuhan itu Siapa?

“La Ilaha Illallah”, tiada Tuhan selain Allah.

Sebuah kalimat suci, yang mana orangtua perlu mengajarkannya kepada anak agar membekas dihatinya. Dengan harapan bahwa anak akan selalu mengingat Tuhannya, Allah SWT. Sampaikan pesan-pesan kebesaran Tuhan kepada anak dengan cara-cara yang mengesankan.

Ini merupakan kewajiban kita sebagai orangtua muslim memberikan dasar hubungan harmonis antara anak dengan Tuhan sehingga Allah SWT selalu menjadi bagian terbesar sebagai sumber kehidupannya.

Selayaknya orangtua pada umumnya, modal utama dalam mendidik anak-anak kita adalah cerminan diri kita. Jadilah orangtua yang mengenal Allah dengan baik dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Orangtua selalu menjadi gambaran utama bagi anak-anaknya. Oleh karena itu jadikan diri kita mengenal dan selalu berproses untuk semakin mengenal-Nya sehingga kita bisa mengenalkan Allah SWT pada anak-anak kita.

Bangunlah sebuah interaksi yang nyaman untuk menyampaikan nasehat-nasehat kecil kepada anak. Hubungan yang harmonis antara orangtua dan anak akan meningkatkan rasa kepercayaan anak terhadap setiap gagasan-gagasan yang orangtua berikan kepada mereka. Mulailah dengan menyampaikan kebesaran-kebesaran Allah SWT dan bukti-buktinya.

Selalu ada saatnya keingintahuan anak mengenai Tuhan semakin besar. Pertanyaan sederhana yang sering dilontarkan oleh anak adalah “Tuhan itu siapa ya ?”. sebagai orangtua sebaiknya kita sudah bersiap ketika pertanyaan ini diajukan oleh anak-anak kita. Jangan berpikir maupun memberi jawaban yang terlalu jauh. Sesuaikan jawaban dengan tingkat pemikiran anak.

Berikan jawaban-jawaban sederhana seperti “Tuhan itu Pencipta seluruh alam semesta, adik tidak bisa melihat-Nya, tapi bisa merasakan-Nya. Tuhan akan selalu tahu apa yang adik lakukan dan akan selalu menjaga adik.” Akhiri jawaban tersebut dengan sebuah senyuman hangat.

Rasa keingintahuan anak terhadap Tuhan seringkali tidak berhenti cukup sampai disitu. Akan ada beberapa pertanyaan-pertanyaan yang selalu mengganggu pemikirannya tentang hakikat dari Tuhan yang sesungguhnya. Sebagai orangtua jangan pernah marah dan lelah untuk menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan kecilnya. Karena rasa keingintahuannya itu menunjukkan munculnya rasa empati pada anak.

Jika anda masih seringkali kebingungan dalam mengajarkan konsep ketuhanan kepada anak, anda bisa melakukan beberapa cara berikut :

  1. Perkenalkan Allah sebagai Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Perkenalkan kepada anak bahwa Allah SWT adalah Sang Maha Pencipta. Kita bisa menunjukkan kebesaran-kebesaran Allah dengan ciptaan-ciptaan-Nya yang begitu indah. Segala sesuatu yang ada di dunia, segala yang anak lihat dan rasakan adalah ciptaan Allah SWT.

Diharapkan dengan pengetahuan ini akan menjadikan anak memiliki rasa kekaguman kepada Allah SWT sebagai pencipta langit dan bumi. Sehingga hati anak akan tergerak untuk semakin memuja-Nya.

  1. Ajak anak shalat semenjak kecil

Salah satu sarana untuk berkomunikasi dengan Allah SWT adalah shalat. Memang rasanya akan terasa sulit untuk mengajarkan seorang anak kecil untuk shalat.

Hal ini dikarenakan sifat dasar anak yang mudah bosan ketika harus berdiam diri untuk waktu yang cukup lama. Tapi seharusnya hal ini bukanlah kendala besar. Jadilah orangtua yang cukup telaten untuk selalu mengajaknya.

  1. Ingatkan anak untuk selalu mensyukuri nikamat yang Allah SWT berikan

Berikan pemahaman kepada anak untuk selalu bersyukur. Contohnya dalam suasana santai kita bisa mengajarkan kepada anak mengenai bagian-bagian tubuhnya dan fungsinya. Bahwa Allah SWT telah menciptakannya dengan segala kesempurnaan.

  1. Jadilah orangtua yang selalu menuntun anaknya

Sebagai orangtua, selalu memiliki peran utama bagi perkembangan karakter anak. Ajarkan anak anda dengan kebaikan-kebaikan.

Hal-hal sederhana yang bisa anda lakukan seperti mengajarkan doa-doa pendek dan artinya, membacakan cerita Nabi dan Rasul, mengajak anak untuk saling berbagi kepada yang membutuhkan, dan tidak lupa untuk mengajarkan bahwa Tuhan cinta mereka yang cinta kedamaian.

Bagaimana Ayah dan Bunda? Sudahkah anak anda mengenal Tuhannya ?