Sulung, Tengah atau Bungsu?

sulung-tengah-atau-bungsu

Orangtua seringkali mendefinisikan kecerdasan seorang anak berdasarkan tingkat kecerdasan akademik yang dimiliki oleh anak tersebut. Anak dengan kecerdasan akademis (IQ) yang tinggi dianggap sebagai anak yang cerdas. Padahal pada kenyataannya kecerdasan tidak hanya bisa dinilai dari IQ seorang anak.

Dalam pembentukan karakter generasi yang cerdas, diperlukan keseimbangan antara 3 kategori, yaitu kecerdasan akademis (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).

Pendidikan karakter mutlak didapatkan oleh anak pertama kali dari keluarganya. Dalam membentuk karakter positif anak, sebagai orangtua harus menentukan nilai-nilai dan norma perilaku yang tepat untuk ditanamkan kepada anak. Dalam menanamkan pilar-pilar karakter pada anak, orangtua perlu memahami watak dari setiap anak-anaknya.

Hal ini dikarenakan antara Si Sulung, Si Tengah dan Si Bungsu pada dasarnya memiliki karakter yang berbeda-beda. Diperlukan cara yang berbeda-beda dalam menghadapi setiap karakter anak. Berikut ini ciri-ciri karakter anak yang bisa digunakan orangtua lebih memahami anaknya berdasarka urutan kelahiran anak :

  1. Si Sulung

Anak sulung identik dengan istilah bos besar. Mereka memiliki kepercayaan diri yang besar dalam melakukan berbagai hal. Mereka tidak akan ragu menatap langsung ke lawan bicaranya. Anak tipe ini cenderung ambisius, teratur dan perfeksionis.

Ada iitilah “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”, rasanya istilah ini cocok untuk menggambarkan Si Sulung. Mereka cenderung akan memilih pilihan yang sama dengan orang tua mereka. Harapan orangtua biasanya akan lebih ditekankan pada Si Sulung. Sehingga ia merasakan beban “tanggsung jawab” yang lebih besar daripada adik-adiknya.

Tanpa disadari, orangtua seringkali memberikan perhatian yang lebih banyak pada Si Sulung dibandingkan saudara-saudaranya. Hal ini tidak lepas dari kondisi orangtua yang baru pertama kalinya menjalani peran sebagai orangtua sehingga akan mencurahkan seluruh perhatian kepada anak pertamanya.

Sebagai orangtua, akan lebih baik jika memberi kesempatan bagi Si Sulung untuk menentukan jalannya sendiri. Seimbangkan antara keinginan dan minat dari Si Sulung.

  1. Si Tengah

Anak tengah seringkali disebut sebagai Si Fleksibel. Karakternya cenderung mudah menyesuaikan diri dan menjunjung tinggi perdamaian. Mereka biasanya memiliki tempramen plegmatis. Sebagai seseorang yang mencintai perdamaian, mereka cenderung menghindari konfrontasi dan tipe anak yang suka mencari aman.

Sifat dari Si Tengah yang damai cenderung menjadikan orangtua luput terhadap perkembangan dan kebutuhannya. Tanpa disadari, perlakuan orangtua yang lebih mengutamakan Si Sulung menjadikan Si Tengah seringkali menerima barang-barang bekas dari kakaknya.

Hal ini akan menyebabkan Si Tengah merasa tidak diperlakukan secara adil oleh kedua orangtuanya. Di lain sisi Si Tengah juga sering dibanding-bandingkan dengan Si Sulung, padahal Si Bungsu lebih fleksibel dan cenderung ingin berbeda dari kakak dan adiknya.

Sebagai orangtua, jangan lupa untuk merayakan pencapaian-pencapaian yang telah didapatkan oleh Si Tengah.Hal ini akan membantuk perkembangan kepercayaan diri dari Si Tengah untuk meyakinkan dirinya juga dicintai oleh orangtuanya.

  1. Si Bungsu

Banyak yang berpemikiran bahwa anak bungsu adalah Si Istimewa. Sebagai anak terakhir yang seringkali dimanja dan dilindungi, mereka percaya bahwa mereka istimewa. Si Bungsu seringkali ambisius dipenuhi pikiran untuk membuktikan kepada orang lain bahwa mereka bukan hanya sekedar anak terlalu kecil dan terlalu muda yang tidak tahu apa-apa.

Si Bungsu umumnya memainkan peran sebagai pemberontak dengan suasana hati yang mudah berubah. Untuk menghadapi karakter Si Bungsu ini, orangtua perlu membesarkan pengharapannya. Berilah motivasi agar Si Bungsu sungguh-sungguh meraih cita-citanya.

Dan jangan lupa untuk memberikan SI Bungsu tanggung jawab yang sama besarnya dengan kakak-kakaknya, sehingga ia tidak akan mudah bertingkah seenaknya.

Pada dasarnya orangtua tidak boleh membedakan besarnya perhatian pada anak yang berbeda-beda berdasarkan urutan kelahirannya. Berilah limpahan kasih sayang yang sama porsinya.

Tunjukkanlah peluang dan harapan kepada anak berdasarkan bakat dan minat masing-masing anak.