Proses Pembuatan Kain Katun

KAOS KELUARGA2
Jika kamu pecinta kaos atau memiliki beragam koleksi kaos pastinya sudah tidak asing lagi jika bahan yang digunakan untuk pembuatan kaos adalah berasal dari kain katun. Kain katun atau cotton juga ada banyak sekali jenisnya atau grade-nya. Masing-masing grade memiliki karakteristik tersendiri dan biasanya memiliki tingkat kehalusan yang berbeda-beda. Karena perbedaan karakteristik itulah harga kaos pun juga berbeda-beda tergantung dari kain yang digunakan dalam pembuatannya. Kaos bermerek biasanya dijual dengan harga yang mahal karena bahannya yang lembut, mudah menyerap keringat dan nyaman ketika dipakai. Hal tersebut sangat berbeda dengan kaos biasa yang harganya cenderung murah namun kualitasnya kurang bagus. Biasanya kaos-kaos seperti itu digunakan untuk produksi besar seperti pembuatan kaos untuk oleh-oleh, kaos partai, dan lain sebagainya. Namun dibalik kain yang halus tersebut tahukah kamu bahwa kain yang digunakan untuk pembuatan kaos berasal dari kapas?
Kaos katun yang banyak dipakai orang-orang saat ini berasal dari tanaman kapas. Kapas yang dipakai berasal dari serat tanaman kapas. Di seluruh dunia spesies tanaman kapas diperkirakan berjumlah 30-40 spesies. Tanaman kapas hanya bisa hidup di daerah beriklim tropis dan subtropis. Namun tidak semua spesies tanaman kapas tersebut akan menghasilkang serat yang bagus yang bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan kaos. salah satu jenis tanaman kapas yang bagus dan seringkali digunakan untuk pembuatan kaos adalah jenis gossypuim hirsutum. Spesies tanaman kapas tersebut bahkan penggunaannya untuk bahan pembuatan kaos mencapai 90% dari produksi kapas dunia. Tanaman kapas ini dapat digolongkan sebagai tanaman perdu (semak) karena ukurannya yang kecil dengan tinggi maksimal tidak lebih dari 3 meter.
Meskipun kini kapas sangat popular digunakan untuk bahan pembuatan pakaian dan menjadi komoditi yang penting dalam dunia konveksi, namun ternyata budidaya kapas sudah dilakukan sejak 4000 tahun sebelum masehi. Sejak dahulu kapas telah menjadi komoditi yang diperhitungkan bahkan banyak diperebutkan oleh banyak orang. Bahkan kapas menjadi komoditi dagang yang menguntungkan. Bangsa-bangsa seperti India, Mesir dan China menjadi bangsa yang merajai pasar perdagangan kapas sejak dahulu kala.
Proses pembuatan kapas untuk menjadi sebuah kain yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan kaos atau pakaian harus melalui serangkaian proses. Proses pertama yaitu kapas dipintal menjadi benang. Setelah itu benang akan ditenun untuk dijadikan dalam lembaran kain. Jika dahulu proses pembuatan kain dari kapas harus dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu yang lama namun sekarang ini semuanya sudah serba canggih dan proses pemintalan kapas menjadi benang, penenunan benang menjadi kain, dain pembuatan kain menjadi kaos semuanya bisa dilakukan dalam waktu yang singkat karena terbantu dengan beragam teknologi canggih yang digunakan dalam konveksi. Secara detailnya langkah-langkah pembuatan kapas hingga menjadi kain dapat kamu lihat di bawah ini :
1. Proses awal adalah tahap pemetikan buah kapas. Buah kapas yang siap dipetik haruslah yang sudah matang. Kemudian proses pemetikan bisa dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Kelebihan dari memetik manual maka bisa memilih buah kapas mana yang sudah matang atau belum. Namun jika menggunakan mesin maka tidak bisa memilih buah kapas mana yang sudah matang atau belum
2. Proses selanjutnya yaitu proses pemisahan kapas dari biji. Proses pemisahan tersebut dikenal dengan nama proses gaining. Untuk proses ini kapas yang sudah dikumpulkan kemudian disesdot ke dalam tabung untuk dimasukkan ke dalam mesin pengering agar kelembaban kapas dapat berkurang. Kapas yang bagus adalah kapas yang memiliki tingkat kelembaban rendah. Untuk kapas-kapas yang masih bercampur dengan daun maupun tangkai maka akan dipisahkan atau dibersihkan dulu pada tahap ini. Kemudian setelah proses pemisahan ini kapas dipadatkan menjadi bal-bal kapas yang kemudian akan digunakan saat pemintalan.
3. Bal bal kapas yang sudah disatukan tersebut kemudian dimasukkan kedalam mesin pemetik atau picker. Kapas-kapas yang padat kemudian dilonggarkan terlebih dahulu dengan tongkat pemukul. Hal tersebut berguna agar serat-serat kapas bisa lebih halus atau lembut. Kapas-kapas yang sudah lembut tersebut kemudian disebut dengan lap.
4. Proses selanjutnya merupakan proses carding. Dalam proses ini jenis serat yang berbeda dapat disatukan untuk menghasilkan tekstur kain yang diinginkan. Misalnya serat kapas dicampur dengan serat sutera.
5. Proses selanjutnya merupakan proses combing. Proses tersebut merupakan proses untuk memisahkan serat-serat yang lebih pendek. Tujuan dari proses ini adalah agar benang yang dihasilkan nantinya bisa lebih kuat. Pada tahap ini hasil akhir kapas yang telah diolah akan membentuk untaian panjang yang biasanya disebut sliver (kerat)
6. Tahap selanjutnya adalah proses penarikan atau drawing. Pada tahap ini kapas yang berbentuk untaian atau sliver akan digabungkan menjadi untaian (roving) serat kapas yang tebal. Kemudian dua roving akan diproses menjadi benang. Proses tersebut merupakan tahap spinning (pemintalan)
7. Ketika benang dari kapas sudah jadi maka tahap selanjutnya adalah soft winder atau yang biasa disebut dengan penggulungan benang yang disertai proses pencelupan benang. Proses ini akan memberi warna pada benang sesuai yang diinginkan.
8. Selanjutnya apabila benang sudah diwarnai maka siap untuk ditenun atau dipintal. Proses ini dinamakan weaving. Proses weaving merupakan proses menenun benang agar siap menjadi kain.
9. setelah ditenun maka benang akan berubah menjadi lembaran-lembaran kain. Pada proses selanjutnya seluruh kain yang sudah ditenun akan melalui proses pemeriksaan. Pada tahap pemeriksaan maka kain akan ditentukan sesuai dengan grade-nya. Kemudian jika ditemukan kecacatan pada kain maka akan dikirim kembali ke bagian perbaikan.
10. Setelah diperiksa kemudian kain yang sudah jadi akan melalui proses pemolesan warna. Proses ini merupakan proses akhir dari produksi pembuatan kain. Namun sebelum semuanya selesai terlebih dahulu kain akan melalui proses penggulungan dan pengepakan kain. Biasanya panjang kain dalam satu roll atau satu gulungan sudah memiliki standar khusus yang tidak berubah-ubah. Setelah selesai semua maka selanjutnya kain bisa dipasarkan dan digunakan sebagai bahan untuk membuat kaos.

Itu tadi langkah-langkah pembuatan kain katun mulai dari pemilihan kapas hingga berakhir menjadi lembaran kain yang siap untuk diperjual belikan. Kain katun ini saat ini masih menjadi kain yang paling banyak digunakan untuk pembuatan pakaian baju kaos keluarga muslim. Untuk pembuatan kaos family muslim murah, kain katun atau cotton juga termasuk dalam kain favorit karena selain memiliki bahan yang bagus juga menjadi media yang bagus untuk penyablonan. Namun dalam proses penyablonan, bukan masalah kain bagus saja yang bisa menjadikan hasil sablon nampak terlihat bagus. Faktor lain yang memengaruhi bagus tidaknya sablon adalah tinta yang digunakan. Untuk itu jika kamu menginginkan sablon pada kaosmu tampak bagus maka gunakanlah jasa sablon yang terpercaya. Nuqtoh.com merupakan produsen kaos dan jasa sablon kaos yang mampu menghasilkan produk yang memuaskan.