Perlukah Anak Belajar Bahasa Asing Sejak Dini?

aanak belajar bahasa asing

Semakin lama, jaman semakin maju saja. Di era globalisasi dan di jaman yang semakin maju seperti saat ini, tentu saja banyak orang tua yang berpendapat bahwa anak belajar bahasa asing sejak dini. Mereka akan bertanya-tanya sendiri apakah perlu anak belajar bahasa asing sejak dini? Tentu saja hal ini menjadi sesuatu yang tidak mudah dijawab. Ada yang berpendapat sangat perlu diajarkan karena penguasaan bahasa asing dapat menjadi salah satu bekal masa depan untuk menghadapi kemajuan jaman yang pasti tak lepas dari komunikasi menggunakan bahasa asing. Namun, tidak sedikit juga orang tua yang sibuk mencari tempat les supaya si anak mendapatkan pelajaran bahasa asing.

Ada beberapa orang tua yang berpendapat bahwa bahasa asing tidak perlu atau belum perlu diajarkan sejak dini karena akan membuat anak bingung dan terbebani. Dengan materi pelajaran yang teramat banyak di Indonesia ini, belum lagi dengan tugas sekolah yang diberikan setiap hari bisa saja membuat si anak malah depresi. Sehingga si anak tidak bisa bermain dengan teman-temannya yang lain. Padahal mereka masih anak-anak yang juga butuh bermain sehingga tidak cepat bosan.

Beberapa orang tua lainnya akan berpendapat bahwa bahasa asing itu perlu, bahkan wajib apabila menyangkut bahasa Inggris. Orang tua akan berbondong-bondong mendaftarkan anak mereka ke tempat les bahasa asing. Selepas pulang sekolah yang seharusnya bisa untuk bermain dengan teman-temannya, mereka isi dengan mengikuti les-les untuk mendukung pelajaran di sekolah yang dirasa nilainya kurang. Belum lagi banyak anak yang sudah mempelajari bahasa daerah asal atau domisili orang tuanya. Dengan hal itu saja, mau tak mau seorang anak sudah mempelajari dua bahasa sekaligus, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Jika ditambah dengan keharusan mempelajari bahasa asing tentu saja akan membebani anak.

 Kemudian kapan sebaiknya anak belajar bahasa asing?

Menurut dr. Eka Sari M.Sc., Sp.A. , Alumni Pediatrica GAMA, setiap anak memiliki puncak kemampuan untuk mempelajari bahasa asing yang terjadi pada 3 tahun pertama dan biasanya berakhir pada usia 6 sampai 7 tahun. Pernyataan itu berdasarkan dari hipotesis periode kritis. Hal ini dikaitkan dengan perkembangan fungsi otak anak pada usia itu. Sedangkan pada penelitian lain disebutkan bahwa periode kritis anak untuk mempelajari bahasa asing berlangsung sampai pada usia pubertas dan pada usia ini dianggap usia paling baik untuk belajar bahasa asing.

 Lalu apa saja manfaat belajar bahasa asing sejak dini?

Menurut hasil penelitian periode kritis dari dr. Eka Sari M.Sc., Sp.A , menunjukkan bahwa orang-orang termasuk anak-anak yang mampu berkomunikasi menggunakan lebih dari satu bahasa memiliki kelebihan seperti berikut:

  1. Biasanya orang-orang yang mengusai dua bahasa atau lebih akan lebih kebal terhadap penyakitAlzheimer. Kebal disini dalam artian bukan berarti tidak akan terkena penyakit tersebut tetapi lebih kepada penundaan akan datangnya penyakit tersebut.
    Biasanya memiliki kemampuan membaca lebih baik dan tentu juga memiliki kecerdasan lebih disbanding yang hanya menguasai satu bahasa saja. Karena  mereka dapat menampung informasi lebih banyak dan lebih cepat.
    3. Memiliki fleksiblitas kognitif yang lebih baik. Mereka yang mempunyai kemampuan menguasai dua bahasa atau lebih dapat beradaptasi dengan lingkungan lebih baik.

Walaupun ada beberapa kelebihan untuk anak yang mampu menguasai bahasa asing, namun orang tua sebaiknya jangan pernah memaksakan anak untuk belajar bahasa asing jika memang anak belum siap baik secara fisik dan mental. Apabisa terjadi pemaksaan terhadap anak pada hal apapun termasuk anak belajar bahasa asing sejak dini hanya akan membenani anak dan membuat anak tertekan.