Mengasah Otak Kanan

mengasah-otak-kanan

Pernahkah anda mendengar tentang teori mengenai otak kanan dan otak kiri manusia? Teori dan penemuan tentang otak kanan dan otak kiri ini tentu tak asing lagi bagi kita semua. Ya, siapa yang tak mengenal tentang otak kanan dan otak kiri, sebuah penemuan yang fenomenal itu.

Otak kanan adalah otak yang berhubungan dengan fungsi seni dan kreativitas anak. Otak kanan banyak berhubungan dengan gambar, nada, serta segala bentuk imajinasi dan hal abstrak lainnya. Banyak dari para pengusaha dan seniman memiliki fungsi otak kanan yang lebih dominan daripada otak kirinya.

Sementara itu otak kiri berhubungan dengan segala hal yang berbau tulisan, serta segala sesuatu yang bersifat terartur dan tertata rapi. Fungsi otak kiri yang dominan memungkinkan anak untuk tumbuh menjadi seseorang yang pandai mengorganisasi, menyortir, dan menghafal berbagai hal. Serta otak kiri akan melatih anak untuk menjadi pribadi yang disiplin dan tegas.

Pada hakikatnya kedua belahan otak ini idealnya memiliki peran yang seimbang. Akan tetapi nyatanya sangat jarang ditemui seseorang dengan otak kanan dan otak kiri yang berfungsi seimbang. Kebanyakan masyarakat Indonesia memiliki fungsi otak kiri yang dominan.

Padahal menggunakan otak kanan dalam menyelesaikan berbagai masalah juga merupakan sesuatu yang baik karena otak kanan memiliki banyak kelebihan pula dalam menyelesaikan masalah.

Di bawah ini adalah beberapa cara yang dapat dicoba oleh para orang tua di rumah untuk mengasah otak kanan anak:

  1. Mendengar dan mempelajari music

Music terbukti memiliki efek yang baik untuk perkembangan otak anak, bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan. Music klasik akan memberi efek yang paling optimal. Akan tetapi sejatinya segala jenis music juga mampu mengasah kreativitas anak. Anda bisa mendaftarkan anak untuk ikut kursus alat music maupun kursus vocal. Siapa tahu pula anak anda memiliki bakat terpendam dalam bidang music.

  1. Membaca dan menulis cerita

Membaca dan menulis memang kegiatan yang berhubungan erat dengan otak kiri. Namun lain halnya bila yang dibaca dan ditulis adalah sebuah cerita. Ya, sastra juga merupakan sebuah seni. Seni sastra akan melatih imajinasi anak, keteraampilan berbahasa, dan juga keterampilan dalam mengungkapkan perasaan.

Rutinlah mengajak anak ke toko buku. Hal ini juga akan membiasakan anak terhadap kegiatan membaca yang juga memiliki sangat banyak manfaat bagi dirinya kelak.

  1. Jangan batasi hobi anak

Jangan batasi hobi anak karena menganggapnya sebagai aktivitas yang tak berguna. Entah itu hobi menari, memasak, memotret, atau bahkan hobi membuat kerajinan dari tanah liat. Semua hobi akan berguna pada masanya, mungkin tak sekarang tapi di masa depan. Mungkin hobi tersebut tak menghasilkan banyak uang, tapi ia akan berguna dalam membentuk kepribadian yang baik pada anak.

  1. Jangan batasi ide anak

Jika anak bicara, dengarkanlah tanpa memotong perkataannya. Jika anak sedang mengutarakan isi pikirannya, jangan sekali waktu anda membantah dan menertawakannya. Hal itu akan membuat anak menjadi bungkam, tertutup, dan secara tak sadar anak juga akan membatasi kreativitasnya. Biarkan ide-ide ajaib itu mengalir, selagi anak anda masih memiliki banyak ide yang bisa diutarakannya.

  1. Membuat kerajinan tangan

Sekali waktu, misalnya pada akhir pecan, agendakan acara untuk membuat kerajinan tangan bersama anak. Ubahlah barang yang sudah tak terpakai agar bisa dipakai lagi. Sebenarnya hakikat dari kreativitas adalah bila seseorang mampu menemukan sebuah nilai di saat orang lain tak dapat melihat nilai tersebut. Mengasah kreativitas anak sama halnya dengan mengasah fungsi dari otak kanan anak.

Siapa yang tak ingin memiliki otak kiri dan otak kanan yang berfungsi secara seimbang? Marilah mulai sekarang kita asah otak kanan anak agar dapat berfungsi seoptimal mungkin.