Mengatasi Disentri Pada Anak

penanganan-autisme

Anak adalah makhluk hidup yang beberapa organ dalam tubuhnya masih belum terbentuk dengan sempurna. Oleh karena itu anak sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit. Begitu pula dengan organ pencernaan anak, baik lambung, usus halus, usus dua belas jari, usus besar, dan rectum.

Oleh karena itu penyakit yang menyerang sistem pencernaan adalah jenis penyakit yang sangat sering menyerang anak.

Apa saja penyakit yang menyerang sistem pencernaan itu? Ada banyak sekali. Ada maag, diare, muntah, tifus, disentri, dan banyak lagi. Sebenarnya penyakit saluran pencernaan ini bisa diakibatkan karena memang organ tubuhnya yang belum terbentuk sempurna atau bisa juga karena adanya infeksi dari mikroorganisme (bakteri, virus, dan jamur) tertentu.

Nah, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai disentri pada anak dan cara mengatasinya.

Disentri adalah penyakit saluran cerna yang kasusnya cukup sering ditemui di Indonesia. Disentri banyak pula menyerang anak-anak, terutama anak dengan kekebalan tubuh rendah. Penyakit disentri disebabkan oleh infeksi virus. Berdasarkan virus yang menginfeksinya, disentri dibagi menjadi dua macam:

  1. Disentri basiler: adalah disentri yang disebabkan oleh virus Shigella dysenteriae.
  2. Disentri amoeba: adalah disentri yang disebabkan oleh virus Entamoeba histolytica.

Virus yang menyebabkan disentri umumnya bersemayam di tempat yang kumuh. Seperti lingkungan rumah yang kotor, makanan yang tak higienis, serta sanitasi yang buruk. Itulah sebabnya angka kejadian disentri juga menjadi tolok ukur kebersihan suatu daerah.

Gejala anak yang mengalami disentri ada banyak. Akan tetapi gejala umumnya adalah demam, nyeri di area perut, dan dan juga anak menjadi rewel. Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan anak ke dokter untuk diagnosis yang tepat, barangkali anak anda sudah postif terkena disentri.

Lalu bagaimana cara mengatasi disentri pada anak kita? Simak beberapa cara mengatasi dissentri pada anak di bawah ini:

  1. Penggunaan antibiotic

Penggunaan antibiotic tentu dilakukan bila anak anda telah positif terkena disentri. Antibiotic berfungsi untuk membunuh virus yang menyebabkan disentri pada anak.

Jenis antibiotic ada banyak, beserta indikasi dan kontra indikasi yang berbeda. Bila anda tak memiliki cukup pengetahuan dalam hal ini, sangat disarankan untuk mengonsultasikannya terlebih dahulu ke dokter untuk penggunaan antibiotic yang tepat.

  1. Perbaikan nutrisi

Cukupilah nutrisi anak anda. Karena dengan nutrisi yang tercukupi, daya tahan tubuh akan meningkat. Daya tahan tubuh yang kuat akan mencegah terjadinya infeksi virus dan bahkan dapat melemahkan kinerja virus di tubuh anak.

Tak hanya itu. Selain gizi, perhatikan kehigienisan makanan. Jangan biasakan anak untuk jajan di luar apalagi di tempat yang tampak kotor. Anda bisa membawakan bekal makan siang untuk anak. Selain sehat dan higienis, anak juga akan belajar untuk berhemat dan menabung.

Lalu ajarkan anak untuk mencuci tangan sebelum makan dan setelah ia melakukan aktivitas di luar rumah. Ini untuk menghindari masuknya bakteri dari tangan ke mulut atau bagian tubuh lain anak anda. Ajarkanlah pula tujuh tahapan mencuci tangan yang baik dan benar.

  1. Perbaikan sanitasi

Benahilah sanitasi di rumah. Gunakan air yang memang untuk mandi untuk membasuh badan. Serta gunakan air yang memang telah terstandardisasi untuk minum untuk dikonsumsi. Begitu halnya dengan mencuci piring dan mencuci baju. Usahakan pula agar aliran air di rumah senantiasa lancar.

Jangan sekali waktu anda menggunakan air sumur atau air sungai. Apalagi jika anda di perkotaan, di mana air sumur dan air sungai telah banyak tercemar. Untuk kesehatan anak dan seluruh anggota keluarga anda, gunakanlah sanitasi yang bersih dan lancar.

Ketiga cara tersebut adalah cara yang paling efektif untuk dapat digunakan dalam mengatasi disentri. Mengatasi dalam hal ini bisa berupa upaya mengobati (seperti poin satu) maupun upaya mencegah (seperti poin dua dan tiga). Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan semoga keluarga termasuk anak kita senantiasa diberi kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT.