Mengatasi Anak Yang Ngambek dan Teriak Saat Keinginannya Tidak Dituruti

anak teriak

Setiap orang pasti memiliki masalah, entah itu masalah ringan atau pun berat. Jika seseorang memiliki berbagai masalah, dia bisa berkonsultasi dengan orang terdekat atau menggunakan jasa konsultasi. Tak terkecuali orang tua yang kerap menemui berbagai hal yang mereka anggap sebagai masalah ketika sedang dalam tahap mendidik anak-anaknya. Dulu, konsultasi harus bertatap muka langsung. Namun sekarang sudah banyak yang menyediakan jasa konsultasi secara online. Bahkan kebanyakan diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Sebaiknya konsultasi memang langsung bertemu dengan orangnya, namun ada yang memilih menggunakan konsultasi online karena mereka bisa jadi tidak percaya diri atau identitas asli tidak ingin diketahui.

Beberapa waku yang lalu ada seorang ibu yang melakukan konsultasi online. Dia berkonsultasi tentang bagaimana cara mengatasi anak yang ngambek dan teriak-teriak ketika kengininan anaknya tidak dituruti. Anaknya sekarang sudah berusia 6 tahun dan dia itu memang dinanti-nanti kehadirannya oleh keluarga yang lain. Akibatnya semua kemauan anak itu selalu dituruti oleh keluarganya sehingga ketika anaknya menginginkan sesuatu namun tidak dituruti maka anaknya akan merengek-rengek bahkan sampai ngambek dan teriak-teriak. Ibu itu bertanya apakah ada yang salah dalam pola mendidik anaknya? Lalu bagaimana cara mengubah perilaku anaknya itu supaya si anak lebih menurut dan sadar bahwa semua keinginannya tidak selalu bisa dituruti?

Persoalan yang disampaikan si ibu itu lalu ditanggapi oleh salah seorang psikolog anak yang ada di jasa konsultasi online gratis itu. Psikolog itu menjelaskan bahwa menjadi orang tua memang tidak mudah. Maka dari itu tidak hanya si anak yang harus belajar, namun orang tua juga harus memperkaya diri dengan banyak pengetahuan cara mendidik serta melakukan pengasuhan terhadap anak. Pengetahuan itu tidak hanya untuk diterapkan saat dia masih kecil saja, namun juga sampai dia dewasa. Terlepas dari benar ataupun salah, mari coba kita melakukan perubahan terhadap pola yang diterapkan kepada anak Anda. Hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk melakukan pengasuhan secara lebih baik lagi adalah dengan memberikan batasan dan pengertian mengenai hal-hal yang bisa diberikan atau tidak. Anda harus menjelaskan dengan jelas dan bahasa yang mudah dimengerti kepada anak Anda mengenai hal-hal itu.
Anak dapat membentuk sistem regulasi diri jika memang diberikan kesempatan lebih banyak untuk dapat melakukannya sehingga hal tersebut dapat terbentuk secara sempurna sesuai usia. Hal praktis yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah dengan membuat aturan secara konsisten dan diterapkan lengkap dengan konsekuensi yang logis (bukan hukuman). Karena hukuman hanya akan membuat si anak semakin memberontak dan juga bisa menyebabkan trauma pada anak Anda.
Usia anak Anda yang sudah mencapai 6 tahun memungkinkan untuk mendapatkan penjelasan dan pemahaman secara verbal dan setiap aturan yang diberikan sebaiknya diikuti dengan contoh konkret, misalnya jika ingin membuat aturan kapan waktunya membeli mainan, anak diberikan pemahaman bahwa mainan dapat dibeli setiap 3 bulan sekali di tanggal tertentu, jelaskan alasannya dan mengapa perlu dilakukan pengaturan pembelian mainan. Jadi dalam hal ini, Anda jangan mengguruinya sebaas teori saja, namun Anda juga memberikan contoh secara langsung.
Bila perlu diskusi yang dilakukan disertai dengan contoh cerita anak-anak yang terkait dengan permasalahan yang dihadapi sehingga anak akan lebih mudah dalam memahami. Selain itu perlu dilakukan penguatan terhadap perilaku yang akan dibentuk dengan memberikan reward atau penghargaan berupa stiker atau poin ketika anak dapat melakukan sesuatu sesuai kesepakatan. Biasanya efek akan muncul setelah 3 bulan pelaksanaan aturan dan kesepakatan secara konsisten.

Nah itu tadi penjelasan yang sudah dijabarkan. Hal itu harus diterapkan secara konsisten ya supaya mendapatkan hasil yang maksimal. Semoga bermanfaat.