Kelebihan dan Kekurangan Homeschooling

kelebihan dan kekurangan home schooling

Sistem pendidikan anak memang sangat penting dan sudah dipraktekkan selama bertahun-tahun lamaanya. Pendidikan sekolah ini menjadi pilihan hampir di seluruh masyarakat. Orang tua biasanya memilih sekolah umum baik sekolah negeri maupun sekolah swasta. Tapi pendidikan di sekolah bukanlah satu-satunya cara untuk mendidik anak. Sekolah ini hanyalah satu dari sekian banyak cara yang ada. Misalnya saja orang tua yang anaknya mempunyai kekurangan mental atau yang tidak mementingkan ijazah. Namun tidak sedikit juga di kota-kota besar Indonesia, orang tua yang pernah tinggal di luar negeri lebih memilih homeschooling. Hal ini muncul karena menanggapi minat yang disukai anak-anaknya.

Homeschooling sendiri adalah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di rumah, bukan di sekolah. Semacam les privat namun setara dengan pelajaran di sekolah. Di Indonesia sendiri kegiatan belajar mengajar homeschooling ini belum banyak yang berminat. Namun di kalangan masyarakat di kota-kota besar seperti Jakarta, homeschooling ini banyak dimanfaatkan. Misalnya saja untuk kalangan menegah keatas seperti artis, olahragawan, entertainer dan lainnya. Tidak sedikit juga kalangan orang biasa yang memanfaatkan homeschooling ini sebagai pilihan terbaik untuk pendidikan anaknya. Bagi mereka, homeschooling dapat memberikan kebebasan pada anaknya untuk lebih menikmati proses belajar dan lebih fokus. Kurikulum tidak menjadi hal yang menakutkan lagi karena mereka belajar sesuai materi yang mereka sukai. Selain itu, mereka juga mendapatkan pendidikan moral atau keagamaan serta tentang lingkungan sosial.

Sistem homeschooling ini memang terhitung baru di Indonesia. Ada yang sangat sengan dengan sistem ini, namun tidak sedikit juga yang tidak menyukainya. Berikut ini kekurangan dan kelebihan dari homeschooling:

Kelebihan Homeschooling

Memberikan Kemandirian dan Kreativitas Individual. Dalam hal ini anak-anak dapat lebih mandiri dalam melakukan sesuatu. Kreativitas mereka juga lebih terasah karena mereka bebas menuangkan apa yang ada di pikirannya.

Peluang Untuk Mencapai Kompetensi Individual Secara Maksimal. Dalam kurikulum pendidikan sekolah, pasti ada materi yang tidak disenangi oleh anak-anak. Sedangkan dalam homeschooling ini, anak-anak bebas memilih materi yang mereka senangi. Sehingga anak-anak dapat memaksimalkan kemampuan individual mereka sendiri.

Terlindung Dari Pergaulan Menyimpang. Orang tua mana yang tidak takut dengan pergaulan jaman sekarang. Banyak hal-hal negatif yang marak beredar seperti narkoba, pornografi, kekerasan, kenakalan remaja dan lainnya. Dengan pendidikan homeschooling, orang tua dapat sedikit lega karena anak mereka terpantau dengan baik sehingga anak mereka tidak terjebak dalam pergaulan menyimpang.

Anak Lebih Percaya Diri. Biasanya di pendidikan sekolah, orang tua senang membandingkan anak mereka dengan anak-anak lain. Cara seperti ini bisa menyebabkan anak jadi minder karena mereka merasa mereka berada di bawah anak-anak lain. Beda halnya dengan di homeschooling, anak-anak bisa lebih percara diri dengan kemampuan yang mereka miliki.

Anak Lebih Berkembang. Anak dapat lebih berkembang dan memahami dirinya sendiri. Selain itu anak juga diajarkan dengan kebebasan mengeluarkan pendapat, menolak suatu hal ataupun menyepakati nilai-nilai tertentu. Jadi mereka tidak perlu takut akan celaan teman-teman di sekolah.

 

Kekurangan Homeschooling

Kurang Interaksi. Anak-anak yang mengambil pendidikan homeschooling akan berkurang interaksi sosialnya dengan teman sebaya. Sehingga dapat menyebabkan berkurangnya pengalaman hidup di dalam masyarakat. Dengan kurangnya interaksi ini, mereka bisa saja terisolisasi dari masyarakat.

Kurang Bersaing. Sekolah merupakan tempatĀ  belajar yang dapat melatih anak untuk bersaing dalam hal positif demi mencapai keberhasilan yang mereka inginkan.

Belum Ada Standardisasi Kurikulum. Pendidikan homeschooling saat ini belum mempunyai kurikulum yang tetap sehingga agak menyulitkan untuk mengikuti perkembangan pendidikan seperti di sekolah.

Kurang Minat Belajar. Percaya atau tidak, teman sekelas mempunyai peranan penting supaya anak-anak lebih semangat untuk belajar.