Inilah Yang Akan Terjadi Bila Anak Menjadi Korban Kekerasan [Na’uzubillah]

Anak Menjadi Korban Kekerasan

Anak adalah anugerah. Menjaganya dari segala hal yang mengganggu nurani dan fisiknya merupakan kewajiban bagi orangtua. Namun, ada beberapa kondisi yang terkadang membuat para orangtua naik darah hingga melakukan kekerasan pada anak. Tanpa, kita sadari apa yang orangtua lakukan akan membawa dampak bagi anak, baik dampak fisik, psikologis, maupun perilaku tumbuh kembangnya.

Terhitung lebih dari 100 kasus kekerasan pada anak di bawah umur yang tercatat di Indonesia. Kasus kekerasan yang terjadi pada anak di bawah umur ini umumnya dilakukan oleh orangtua, sanak saudara, kerabat, hingga orang yang tidak dikenal. Sebenarnya efek apa saja yang akan terjadi pada sang buah hati bila ia menjadi korban kekerasan? Inilah yang akan terjadi bila anak menjadi korban kekerasan:

  1. Efek Kekerasan Fisik

Berbagai macam tindakan agresif yang melukai fisik anak misalnya, cubitan, pukulan, jeweran, tendangan, menyulut rokok pada tubuh anak, dan tindakan-tindakan lainnya yang dapat membahayakan anak tergolong dalam bentuk kekerasan fisik. Kerap kali kekerasan fisik digunakan dalih oleh para orangtua untuk membuat anak berperilaku lebih baik dan lebih disiplin. Bila kekerasan ini berlanjut akan menimbulkan cedera serius pada anak, meninggalkan bekas fisik dan psikis, anak merasa tidak aman dan menarik diri hingga ia cenderung menjadi pendendam dan agresif seperti pelaku yang melakukan kekerasan padanya.

  1. Efek Kekerasan Psikis

Adalah meremehkan, merendahkan, mempermalukan, memanggil dengan sebutan yang tak pantas kepada anak merupakan bentuk kekerasan fisik. Efek yang ditinggalkan akibat kekerasan ini sungguh tidak kasat mata, namun nyata terasa. Anak akan merasa tidak diharapkan, hilangnya percaya diri, menderita deprivasi (kurangnya kebutuhan dasar emosional), kesulitan bersosialisasi, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, hingga keinginan untuk bunuh diri.

  1. Efek Kekerasan Seksual

Kekerasan atau pelecehan seksual yang sering kali terjadi pada anak biasanya sulit dikomunikasikan pada orangtua. Anak-anak di bawah umur sering tidak mengerti apa tindakan yang diterimanya. Pelecehan seksual tanpa sentuhan meliputi, bila anak melihat pornografi atau exibitionisme. Sedangkan, pelecehan seksual berupa sentuhan melibatkan semua tindakan orang dewasa hingga menyentuh organ seksual anak tanpa adanya alasan medis. Ada pula pelecehan seksual yang sungguh keterlaluan yakni, eksploitasi seksual dengan menjadikan anak sebagai objek prostitusi atau model dalam foto dan video porno.

Biasanya, anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual mengeluh bahwa kemaluannya sakit atau gatal. Ia juga akan kesulitan duduk dan berdiri hingga menunjukkan gejala kelainan seksual.

Efek yang akan timbul bila anak mendapatkan perlakuan tidak sepantasnya ini antara lain, anak akan merasa cemas dan takut tak beralasan, bila anak sudah berhenti mengompol ia akan mengompol kembali dengan waktu yang berulang-ulang, mengalami perubahan pola tidur, mengalami gangguan pada perut dan bermasalah pada kulit. Bila kekerasan jenis ini terjadi pada remaja akan menimbulkan efek, turunnya prestasi, terdorongnya hasrat untuk melarikan diri dari rumah, mandi terus menerus dalam jangka waktu yang pendek, menarik diri dari pergaulan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan alkohol, dan lain-lain.

  1. Efek Penelantaran Anak

Bila anak merasa diabaikan dan kurang kasih sayang, ia akan cenderung merasa tidak nyaman dan tidak diharapkan di lingkungannya sendiri. Di masa yag akan datang, ia bisa saja gagal mengembangkan keakraban persahabatan gagal mengembangkan diri dengan orang-orang sekitarnya.

  1. Efek Kelalaian Orangtua

Lalai dalam melakukan pengobatan anak dan mencari pendidikan yang cocok untuk anak misalnya. Hal tersebut dapat menggiring anak menjadi pribadi yang tdak bertanggungjawab dan kurang peka terhadap lingkungan sekitarnya. Kelalaian orangtua terhadap anak juga seringkali menyebabkan terhambatnya tumbuh kembang anak baik secara fisik, psikis, dan perilaku.

Demikian ulasan tentang efek yang akan terjadi pada anak bila menjadi korban kekerasan. Anak adalah amanah. Ia adalah investasi dunia dan akhirat. Menjaga, mendidik, dan memberinya kasih sayang akan menjadikan anak pribadi yang baik. Jaga anak kita, kelak ia akan menjaga kita di masa tua dan menolong di akhirat. Sekian.