Inilah Olahraga Untuk Balita Yang Paling Tepat

Olahraga Untuk Balita

Tidak ada usia yang terlalu muda untuk terjun berolahraga. Anjuran untuk membiasakan anak berolahraga sejak bayi itu termuat dalam panduan olahraga untuk anak-anak yang dikeluarkan di Inggris Juli 2011 silam. Olahraga Untuk Balita mendapat perhatian khusus dalam panduan itu mengingkat obesitas sudah banyak menjangkiti anak-anak sejak usia dini. Sally Davies, penjabat kesehatan di Inggris menuturkan, “Permainan apapun yang memungkinkan anak balita untuk bergerak dan waktu 3 jam sehari sangatlah penting.” Namun, kebanyakan orang tua masih bingung olahraga mana yang tepat untuk balita? Karena orang tua pasti khawatir jika mereka salah memilih, alih-alih malah membuat si balita terluka.

Olahraga sejak dini memang sangat dianjurkan, tapi dr. Karel juga menegaskan agar orang tua memerhatikan faktor umur dan kemampuan motorik anak. “Ini yang akan mengelompokkan jenis olahraga untuk anak. Bayi bisa mulai dikenalkan dengan berenang dan senam bayi, lalu berusia 1-3 tahun dan 3-5 tahun dengan olahraga yang sesuai,” jelasnya. Lantas apa saja olahraga yang dianjurkan?

Aktivitas Fisik
Si kecil masih berusia beberapa bulan dan bahkan belum bisa berjalan? Ajak saja si kecil bergerak selama 3 jam sehari. Kegiatannya bisa dengan merangkak, menggapaikan tangannya, sampai sekedar berguling-guling. Yang jelas, jangan sampai si kecil hanya pasif berdiam diri.

Renang
Renang adalah olahraga pertama yang aman untuk diperkenalkan kepada bayi. “Bayi memiliki refleks menggenggam dan melangkah. Saat berada di kolam renang pun dia akan menggunakan refleks menggerakkan tangan dan melangkah seperti gerakan orang berenang,” jelas dr. Karel. Dengan berenang sejak bayi akan memberikan manfaat pada perkembangan fisik, konsentrasi, gerak refleks, kecerdasan dan perilaku sosial mereka saat memasuki usia kanak-kanak.

 

Sekarang, bayi usia 2 bulan pun sudah bisa diajarkan berenang. Jika bayi belum mampu mengangkat kepala, letakkan tubuh mungilnya pada telapak tangan, lalu letakkan di atas permukaan air sehingga dia bebas menggerakkan tangan dan kakinya.Sedangkan bila si kecil sudah mampu mengangkat kepala, gunakan ban khusus untuk bayi agar dia bisa mengapung di air dan menggerakkan kaki dan tangan sesukanya. Sesi renang untuk bayi ini idealnya dilakukan tiga kali seminggu selama 10-15 menit. Jika Anda masih takut untuk melakukannya, bisa ajak si bayi ke baby spa.
Senam Bayi
Ada alternatif lain yaitu senam bayi. Senam bayi ini mirip dengan senam orang dewasa, terdiri dari serangkaian permainan gerakan, dilakukan 3 kali seminggu. Senam bayi ini bisa meningkatkan kekuatan otot lengan atas dan baju. Juga membuat si bayk memiliki nafsu makan lebih baik, tidur lebih lelap, dan tumbuh kembang lebih cepat. Bagamana melakukannya? Berikut ini contoh beberapa gerakan senam bayi:
* Posisi awal. Letakkan bayi dengan posisi tidur telentang dengan kedua tangan lurus di samping badan.

* Gerakkan lengan bayi ke atas, lalu kembali ke posisi awal.

* Gerakkan kedua lengan bayi ke samping, lalu kembali ke posisi awal.

* Gerakkan lengan bayi menyilang di depan tubuh, kembali ke posisi awal.

* Gerakkan lengan bergantian hingga menyentuh kuping bayi, lalu kembali ke posisi awal.

 

Olahraga Rekreasi
Siapa sih yang tidak suka rekreasi? Jika bayi bisa melalukan senam atau renang, maka Anda bisa mengajak anak Anda yang sudah balita dengan berjalan kaki di pagi hari sekitar 15 menit. Ajak juga kakaknya yang lebih tua untuk sekedar jalan kaki bersama di pagi hari. Bisa juga dengan bersepeda di pagi atau sore hari. Belikanlah anak anda sepeda mini, lalu ajaklah untuk bersepeda mengelilingi daerah sekitar rumah atau ke taman dekat rumah. Hal itu akan membuat si anak senang sehingga tidak cepat menimbulkan kebosanan.
Mungkin itu saja ulasan mengenai Olahraga Untuk Balita Yang Paling Tepat, sialkan menambahkan di kolom komentar bagi yang ingin menanambahkan ata share pengalamannya bersama balita anda 😉