Imunisasi

imunisasi

Sebagai orang tua, kita tentu menginginkan yang terbaik untuk anak kita. Kita tentu ingin melihat anak tumbuh sehat dan kuat. Kita tentu ingin agar anak kita tidak rentan terhadap berbagai macam penyakit.

Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua untuk melindungi buah hati kita agar ia tak mudah terserang penyakit? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti menjaga kehigienisan makanan, menjaga sanitasi lingkungan di rumah, bisa juga dengan cara melakukan imunisasi. Bahkan bisa dibilang imunisasi sangat dianjurkan sebagai pemberi daya tahan tubuh yang sangat baik bagi anak kita.

Dewasa ini memang ada kelompok masyarakat tertentu yang menolak imunisasi, bahkan mengharamkan imunisasi. Tapi tahukah anda seberapa penting imunisasi bagi seorang anak? Beberapa orang lebih memilih untuk memberikan yang herbal pada anak seperti madu.

Sebenarnya hal itu juga tidak salah. Akan tetapi saya tidak menganjurkan anda untuk mencoba hal yang belum pasti untuk anak anda. Ada baiknya kita tetap memberikan mereka imunisasi di samping memberi mereka bahan-bahan yang herbal.

Apa sih imunisasi itu? Imunisasi merupakan upaya pemberian kekebalan tubuh yang disuntikkan pada ibu hamil dan bayi. Imunisasi adalah upaya memasukkan bakteri atau bibit penyakit tertentu ke dalam tubuh guna merangsang sistem imun untuk berkembang dengan sendirinya. Berbeda dengan vaksin yang merupakan sistem imun instan atau pasif, imunisasi disebut sebagai pemberian sistem imun aktif.

Imunisasi memiliki banyak manfaat. Imunisasi mampu mencegah anak untuk terkena Hepatitis B, TBC, difteri, batuk rejan, tetanus, polio, dan campak, yang umum terjadi di negara tropis seperti Indonesia. Beriku ini adalah macam tetanus yang bisa diberikan pada ibu hamil dan anak anda:

  • Imunisasi tetanus untuk ibu hamil

Imunisasi ini berfungsi agar kelak bayi yang dilahirkan tida terserang penyakit tetanus tali pusar yang berbahaya bahkan bisa sampai mematikan. Dilakukan pada usia kehamilan 3-8 bulan sebanyak dua kali.

  • Imunisasi untuk bayi

Sedini mungkin bayi mesti diimunisasi untuk menghindarkannya dari berbagai penyakit. Berikut ini adalah jenis imunisasi yang dapat dilakukan pada bayi:

  1. BCG

Imunisasi untuk kekebalan terhadap penyakit TBC. Untuk hasil yang efektif bisa dilakukan pada bayi berusia dua bulan atu lebih.

  1. DPT

Imunisasi untuk memberi anak kekebalan terhadap penyakit difteri, portusis (batuk rejan), dan tetanus. Imunisasi pertama diberikan pada bayi usia tiga bulan atau lebih. Sedangkan pemberian kedua dan ketiga dilakukan berselang sebulan kemudian.imunisasi ulang diberi pada usia 18 bulan dan 5 tahun.

  1. Polio

Imunisasi untuk memberi kekebalan pada penyakit polio. Diberikan secara oral. Imunisasi diberikan pada waktu dan dengan pengulangan yang sama seperti pada pemberian imunisasi DPT.

  1. Campak

Untuk mendapat kekebalan atas penyakit campak. Diberikan hanya sekali pada bayi usia 9 bulan atau lebih. Sekarang imunisasi ini sering digabung dengan imunisasi MMR.

  1. Demam tifoid dan paratifoid

Untuk mendapat kekebalan atas demam tifoid atau tifus perut, kolera, tifus, dan paratifus. Diberikan pada anak usia 21 bulan, lalu diulang 3 bulan dan diulang lagi 3 bulan kemudian.

  1. Hepatitis B

Imunisasi ini memberikan kekebalan atas penyakit Hepatitis B yang sangat bahaya bila menyerang anak. Bisa diberikan pada bayi yang baru lahir. Untuk pengulangannya dapat dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter.

Keenam imunisasi itu adalah sebagian dari imunisasi dasar yang seharusnya diberikan pada anak. Jangan sampai kita sebagai orang tua lupa untuk melakukan imunisasi pada anak. Hal itu menunjukkan betapa acuh dan lalai diri kita sebagai orang tua dalam memperhatikan kesehatan anak. Imunisasi bisa dilakukan baik di puskesmas atau di klinik dokter anak. Tanyakan jadwal imunisasi di sana agar anda tidak sampai lupa. Jadi, apakah anak anda sudah diimunisasi?