Hal-Hal yang Menghambat Kreatifitas Anak

Kreatifitas Anak

Keatifitas merupakan sebuah kemampuan untuk mencipta; daya cipta. Pengertian kata kreatifitas tadi berasal dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kreatifitas sendiri bukanlah bakat yang sudah dibawa sejak anak dilahirkan, melainkan hasil dari proses belajar dan proses pengamatan dari lingkungan sekitar yang kemudian menjadi sebuah gagasan dan dituangkan pada sesuatu. Jadi, kreatifitas biasanya muncul seiring berjalannya waktu.

Pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan biasanya memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi dan ingin mencoba hal-hal baru. Sayangnya, hal-hal baru tersebut tidak semuanya dianggap baik oleh orang tua bagi masa depan anak. Disinilah biasanya orang tua akan melakukan Hal-Hal yang Menghambat Kreatifitas Anak. Orang tua sering melarang anak melakuka ini itu. Apa saja hal-hal yang menghambat kreatifitas anak?

Anak Dilang Berpendapat dan Berekspresi

Anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan biasanya sangat aktif seolah tidak pernah merasa capek. Mereka biasa berlarian, berteriak, berisik dan banyak sekali macam-macam kegiatan anak pada usia tersebut. Dengan kondisi tersebut biasanya orang tua akan merasa terganggu, apalagi jika sedang mengerjakan sesuatu yang penting. Jangankan orang tua, tetangga sekitar pun sering merasa terganggu dan orang tua pun tidak enak dengan tetangga. Tak jarang orang tua kemudian menyuruhnya untuk diam atau tidur. Tanpa disadari ketika orang tua melakukan hal tersebut, anak-anak akan merasa tertekan yang menyebabkan anak menjadi kurang berekspresi dengan imaginasi-imaginasinya.

Anak-anak bukanlah robot yang hanya bisa menuruti perintah orang tua saja tapi juga memiliki pendapat terhadap apa yang ia pahami. Beri ia kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya.

Sering dikritik, Minim Pujian

Sudah menjadi sifat dasar manusia bahwa manusia suka dipuji, begitu juga anak-anak. Tentu saja bentuk pujian yang diberikan sesuai pada tempatnya dan proporsional. Jika anak lebih sering dikritik dengan komentar-komentar negatif biasanya anak akan menjadi malas dan takut untuk melakukan hal baru. Tentu saja hal ini akan menghambat kreatifitasnya. Nah untuk mencegah hal tersebut, berikanlah pujian dan penghargaan ketika anak melakukan sesuatu yang baik atau saat anak membuat sebuah karya. Penghargaan tidak harus berupa barang-barang yang mahal tapi sesuatu yang berkesan baginya.

Memberi Mainan yang Hanya Menghibur Saja

Saat ini hampir semua orang tak bisa dipisahkan dengan gadget, termasuk anak-anak juga. Jarang lho anak-anak hanya bisa diam jika bermain game yang terpasang pada gadget. Mereka akan mengeksplorasi game yang ada itu. Namun sayangnya orang tua hanya memberinya jenis game yang bersifat sebagai hiburan saja. Padahal lebih dari sekedar hiburan, jenis-jenis game tertentu bisa dimanfaatkan untuk mengasah kreatifitas anak misalnya game rubik, lego dan puzzle. Tentu saja bermain game sambil mengasah kreatifitas sangat bagus untuk anak.

Terlalu Khawatir

Orang tua tentu saja wajar jika memiliki kekhawatiran. Bila anak-anak  mulai  bermain dan melakukan hal-hal yang sekiranya berbahaya, orang tua sebaiknya tetap tenang dalam menangani mereka. Tetap pantau mereka. Jangan membuat mereka takut atau kaget. Apabila si anak terlalu  kaget atau merasa takut, biasanya menjadi  suka menutup diri dari pergaulan sampai  mereka beranjak dewasa.

Membahas Masalah Keluarga di Depan Anak

Untuk orang tua, hindari bertengkar hebat di depan anak. Hal itu akan menyebabkan si anak menjadi murung, menutup diri dari lingkungan dan tak jarang yang mengalami stres bahkan sampai depresi. Jika ini terjadi tentu saja kreatifitasnya terganggu. Anda tidak ingin kan buah hati Anda menjadi anak yang pemurung? Maka dari itu jangan pernah bertengkar di depan anak ya.

Itu tadi hal-hal yang menghambat kreatifitas anak. Dengan penjelasan yang dijabarkan di atas, semoga bermanfaat ya.