Gerakan Tutup Mulut Anak

Gerakan Tutup Mulut Anak

Setiap orang tua pasti mengalami masa-masa dimana anak sulit atau tidak mau makan. Hal ini tentu saja meresahkan para orang tua karena takut hal tersebut akan mengganggu tumbuh kembang anak karena kurangnya asupan nutrisi yang masuk. Kondisi seperti ini kita kenal sebagai GTM atau Gerakan Tutup Mulut pada anak, atau bahasa asingnya picky eaters.

Bentuk penolakan anak terhadap asupan makanan berbagai macam, mulai dari menutuop mulutnya rapat-rapat hingga menyemburkan makanannya. Hal ini biasanya terjadi pada anak diatas usia 1 tahun. Dalam kurva tumbuh kembang, perkembangan psikomotor anak usia diatas satu tahun sudah mulai memiliki kemampuan menimbang rasa, dan memilih, sehingga berbagai kondisi di lingkungan bisa menjadi faktor penyebabnya.

Beberapa penyebab terjadinya GTM antara lain bosan, merasa tidak enak badan, tidak lapar, tidak suka dengan makanannya, maupun adanya trauma terhadap makanan tersebut maupun terhadap proses makannya sendiri.

Dalam kondisi ini biasanya orang tua mulai panik dan banyak memberi kelonggaran pada anak, seperti misalnya membiarkan anak hanya makan biskuit saja, atau minum susu saja sebagai ganti dari makanan, membiarkan anak makan junkfood karena rasa yang pasti disukai anak, mengajak anak makan sambil jalan-jalan, dan beberapa orang tua menjadi sibuk mencari supplemen yang dapat meningkatkan nafsu makan anak.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), trejadinya GTM pada anak disebabkan adanya perilaku makan yang tida sesuai dengan usia. Pemberian makanan pada anak harus disesuaikan dengan usianya, hal inilah yang sering dilupakan orang tua sejak masa penyapihan atau pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI).

Anak anda mungkin juga tidak mau memakan sayuran bahkan meskipunmemreka belum mencobanya, beberapa sayuran memang memiliki bau yang tajam setelah dimasak, lalu apa yang dapat anda lakukan? Biarkan anak anda ikut ke supermarket dan ikut memilih jenis sayuran, hal ini dapat membantu anak untuk lebih akrab dan menyukai sayuran.

Beberapa tips lain agar anak tidak susah makan adalah:

  1. Membatasi jumlah susu yang dikonsumsi karena terlalu banyak konsumsi susu membuat anak merasa kenyang bahkan saat tiba waktunya makan. Banyak orang tua menganggap segelas susu bisa mengganti nutrisi yang diberikan sepiring nasi. Padahal, konsumsi nasi untuk anak usia di atas 1 tahun sangat penting dan tak bisa digantikan oleh susu formula.
  2. Tentukan jadwal makan yang pas dan rutin setiap harinya untuk mengatur kapan anak diberikan susu, diberi makanan, dan kapan diberikan snack. Makan dalam porsi sedikit namun sering akan lebih baik daripada memberi makan porsi besar namun jarang. Usahakan menyeimbangkan pula asupan makanan pokok dan snack atau makanan ringan.
  3. Buatlah suasana makan yang menyenangkan, misalnya potonglah makanan dalam bentuk yang lucu dan buatlah suatu topik cerita dalam proses makan. Tampilan yang menarik pada bekal makanan anak akan merangsang nafsu makannya pula. Sekali waktu ajaklah anak piknik keluar. Makan dalam suasana yang lain daripada di rumah bisa menggugah nafsu makan. Hal ini juga baik untuk mengenalkan anak dengan lingkungan atau alam sekitarnya.
  4. Melibatkan anak anda ketika sedang memasak juga dapat meningkatkan nafsu makannya. Anak juga akan belajar tanggung jawab karena ia mengerti dibituhkan sebuah perjuangan untuk menyajikan makanan di meja makan. Biasanya anak tidak akan rela menelantarkan apa yang sudah dilakukannya dengan susah payah, termasuk makanan yang telah dimasaknya bersama bunda.
  5. Bila anak anda menolak suatu menu makanan, tetaplah bersabar dan jangan cepat berputus asa. Tawarkan kembali makanan tersebut dalam jeda waktu kurang lebih 10 menit. Anak-anak cenderung membutuhkan waktu untuk memutuskan suatu hal. Bisa jadi setelah diselingi dengan kegiatan lain, anak akan mau menyantap makanannya. Karena itulah orang tua perlu bersabar menunggu kapan nafsu makan itu hadir.