Gejala Autis Pada Anak

gejala-autis-pada-anak

Setiap bunda pasti menginginkan buah hatinya tumbuh dan berkembang dengan sehat, iya kan Bunda? Anak kecil sangat rentan untuk terkena berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya belum begitu sempurna. Jika tidak ada pertahanan tubuh yang kuat, kuman penyakit pasti dengan mudahnya masuk ke tubuh.

Selain itu penyakit pada anak juga bisa berasal dari bawaan/ genetik yang baru diketahui beberapa bulan bahkan tahun kemudian. Ada penyakit yang tak dapat disadari dalam waktu dekat  bagi pengasuh anak atau orang tua karena butuh ketelitian dan ketepatan waktu. Misalnya pada usia lebih dari 2 tahun anak tak dapat berbicara sama sekali.

Hal itu patut diwaspadai oleh orang tua. Bisa jadi itu memang keterlambatan atau terkena autis.Autisme seakan menjadi momok bagi para orang tua.  Angka kejadian autisme ini cukup tinggi.

Di Indonesia jumlah prevalensinya  terus meningkat dari waktu ke waktu. Pada tahun 2000 prevalensinya adalah 1 berbanding 150. Sedangkan di Amerika tingkat prevalensi Autisme 1 berbanding 68.

Autis  sendiri adalah gangguan perkembangan saraf yang serius yang mengganggu kemampuan anak untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Hal ini juga termasuk terbatasnya perilaku yang berulang-ulang, minat dan aktivitas. Masalah tersebut   menyebabkan penurunan yang signifikan dalam bidang sosial, pekerjaan dan fungsi lainnya.

Bagaimana kita bisa tahu bahwa anak kita terserang autism? Nah mari kita pelajari gejala-gejala yang timbul pada anak autis.  Beberapa anak menunjukkan tanda-tanda autisme pada awal masa bayi.

Anak anak yang lain mungkin tumbuh normal di awal masa tumbuh kembangnya, tapi kemudian tiba-tiba ia menjadi lebih agresif dan kehilangan kemampuan bahasa (gangguan afasia motoric dan afasia sensorik) yang sudah mereka peroleh.

Setiap anak menunjukkan gejala yang berbeda-beda dalam hal tindakan dan tingkat sosialnya bagi sseorang anak dengan orang lain.

Karena keberagaman kondisi itu, dibawah ini ada beberapa tindakan yang biasanya dilakukan oleh anak penyandang autism beserta kebiasan anak autis yang paling umum. Mari simak beberapa gejala umum anak autis di bawah ini:

  1. Komunikasi sosial dan interaksi
  2. Tidak menghiraukan atau tidak tanggap jika orang lain memanggil namanya dan muncul di depannya.
  3. Lebih suka untuk bermain sendiri dan menolak untuk di peluk dan dipegang
  4. Memiliki wajah yang tak berekspresi (wajah adenoid atau wajah idiot juga bisa diperhatikan dari seorang anak penyandang autism) dan sedikit kontak mata
  5. Sulit untuk berbicara dan berkata- kata
  6. Dapat mengulang kata-kata atau frase kata demi kata, tetapi tidak mengerti bagaimana menggunakannya
  7. Tidak dapat memahami pertanyaan sederhana atau arah
  8. Tidak fapat melakukan pendekatan interaksi sosial, anak biasanya bisa sangat pasif atau bahkan sangat agresif dan membikin keributan.
  9. Bunda perlu memahami tahap tumbuh kembang anak. Memang bayi memiliki tahap perkembangan yang berbeda. Ada yang mengalami keterlambatan dan bahkan tidak bisa apa apa sampai dewasa. Sebagai orang tua patut was was jika anak mereka tidak dapat melakukan hal berikut di usia pada umumnya.
  10. Tidak merespon dengan senyum atau ekspresi bahagia pada usia 6 bulan
  11. Tidak dapat menirukan suara atau ekspresi wajah pada usia 9 bulan
  12. Tidak mengoceh pada usia 12 bulan
  13. Tidak mengatakan satu kata dengan 16 bulan
  14. Tidak bisa bermain ” percaya” atau pura-pura pada usia  18 bulan
  15. Tidak mengatakan frase dua kata pada usia 24 bulan
  16. Kehilangan bahasa yang diperoleh sebelumnya atau keterampilan sosial pada usia berapa pun

Jika sang buah hati mengalami hal hal seperti diatas, alangkah baiknya untuk segera pergi ke dokter agar mendapatkan pelayanan yang maksimal.

Autis memang suatu penyakit dan menimbulkan kelemahan sendiri bagi sang anak, namu di situlah peran orang tua sangat berarti bagi kehidupan di masa yang akan datang bagi sang anak. Dengan sedikit bakat yang ada dan dilatih terus menerus, itu dapat menutupi kelemahan yag di derita bagi penyandang autis.