Ganti Sprei Anak Anda Minimal Seminggu Sekali

Ganti Sprei Anak

Mungkin seprai anak Anda tampak tidak kotor dan nyaman-nyaman saja dipakai untuk alas tidur. Tapi itu bukan alasan untuk tidak ganti sprei anak Anda secara teratur. Seminggu sekali, sebulan sekali, atau bahkan beberapa bulan sekali bisa jadi jawaban seseorang ketika ditanya seberapa sering mereka mencuci seprainya. Bahkan kadang ada yang malah malas sekali untuk mencucinya sampai sprei berubah warna. Nah, ketika seprai dalam kondisi ‘tak sehat’, seseorang bisa saja terkena ‘Sick Bed Syndrome’ lho.
Salah satu pakar kesehatan, dr Lisa Ackerley menuturkann,”Sindrom ini muncul akibat seprai anak Anda bisa menjadi tempat nyaman bagi tungau, bakteri, dan kuman tumbuh subur ditambah kondisi yang cukup lembab sehingga anak Anda menjadi rentan sakit baik alergi atau sekadar flu dan batuk.” Dr Ackerley juga menekankan sindrom ini kerap tak disadari masyarakat. Ketika kondisi kamar lembab, tungau, bakteri, dan kuman bisa tumbuh di seprai. Akibatnya, bisa timbul alergi, eksim, demam, bahkan asma. Dia juga memberikan contoh kasus, misalkan ketika orang terkena flu, virus bisa menempel di seprai. Begitu juga ketika orang diare karena keracunan makanan, proses BAB yang tidak bersih bisa memungkinkan kuman salmonella menempel di tempat tidur.

“Sisa keringat, rontokan kulit, atau kotoran tubuh bisa menempel di seprai. Jika anak Anda sedang batuk atau flu, saat bersin atau batuk kuman serta virus bisa saja menempel di seprai atau selimut. Ditambah kondisi yang lembab, virus, bakteri dan sejenisnya pun bisa tumbuh subur,” imbuh dr Ackerley.

Marilyn Roberts, profesor dari University of Washington menyarankan seprai harus segera dicuci dan diganti jika terkena urine, diare, kotoran, muntah, atau cairan dari infeksi telinga. Selain itu, orang yang mudah berkeringat saat tidur juga sebaiknya lebih sering mengganti seprainya. Mengapa? Sebab keringat bisa membuat seprai lembab. Nah, dengan begitu si bakteri akan tumbuh lebih cepat di lingkungan yang hangat dan lembab. Beberapa jenis infeksi kulit  dapat berpindah dari seseorang ke seprai. Selanjutnya bisa menular ke orang lain yang juga tidur di atasnya.

Roberts juga mengingatkan agar tidak membawa hewan peliharaan di atas kasur. Sebab bisa jadi hewan-hewan itu bisa menularkan penyakit kepada manusia jika tidur di atas kasur dan seprai yang sama.  Dia menyarankan jika sebaiknya tempatkan hewan peliharaan di kasur tersendiri. Selain itu tidak ada manfaatnya jika baju kerap diganti dan dicuci namun setelah itu tidur di atas seprai yang kotor.

Lalu apa yang harus dilakukan supaya tidak terserang penyakit? Pastinya ganti sprei anak Anda minimal seminggu sekali. Ganti dengan sprei yang bersih. Tidak hanya sprei saja ya yang diganti, sarung bantal guling dan selimut pun juga harus sering diganti.

 

Nah, ketika mencuci seprai atau selimut, disarankan menggunakan air setidaknya air hangat yang bersuhu 60 derajat Celcius agar kuman, bakteri, serta mikroba lainnya bisa mati. Jika diperlukan, bisa memakai deterjen antibakteri. Jagalah pula jendela kamar tetap terbuka agar sinar matahari bisa masuk ke kamar anak Anda sehingga keadaan kamar tidak lembab. Hal ini bertujuan agar sinar matahari bisa masuk ke kamar Anda sehingga keadaan kamar tidak lembab. Untuk waktu ideal ganti sprei anak, menurut dr Ackerley setidaknya cucilah setiap satu hingga dua minggu sekali dengan rutin. Jangan lupa juga jaga kebersihan kamar dan rumah Anda.