Penanganan Diare pada Anak

penanganan-diare-pada-anak

Pada anak-anak, beberapa penyakit terjadi secara rutin, salah satunya adalah diare. Dikatakan diare jika BAB (Buang Air Besar) lebih dari tiga kali sehari dan kondisi feses encer.

Mengapa pada anak sering sekali terjadi diare? Bagaimana cara mengatasinya? Dan bagaimana cara mencegah terjadinya diare berulang?

Perlu anda ketahui, diare merupakan salah satu respon tubuh dalam mengeliminasi mikroorganisme asing. Dari berbagai sumber dikatakan bahwa diare memiliki berbagai macam jenis.

Kali ini saya mencoba menggolongkan kondisi diare menjadi dua yaitu diare non-spesifik dan diare spesifik. Perbedaannya secara umum adalah faktor penyebabnya, diare non-spesifik biasanya disebabkan oleh virus, dalam hal ini biasanya rotavirus.

Sedangkan diare spesifik biasanya disebabkan oleh bakteri tertentu yang mana membutuhkan terapi khusus untuk penanganannya, seperti antibiotik.

Diare yang sering terjadi berulang pada anak adalah diare non-spesifik. Seperti yang sudah disampaikan diatas, 70% penyebab utamanya adalah virus jenis rotavirus. Diare ini bersifat akut.

Mengapa banyak menyerang anak? Anak usia balita berada pada masa eksplorasi, dimana cenderung memasukkan benda yang ditemuinya kedalam mulut, dan para orang tua tentu saja sulit untuk memonitor benda apa saja yang dimasukkan anak kedalam mulut serta bagaimana kebersihannya.

Maka dengan mudah virus masuk kedalam tubuh, sementara pada anak-anak sistem kekebalan tubuh juga masih dalam tahap ‘perkenalan’ karena tentu saja belum banyak terpapar mikroorgnisme asing.

Pada usus manusia sebenarnya sudah ada bakteri baik yang berguna untuk mempertahankan kesehatan usus atau biasa kita sebut flora normal usus, namun ketika virus sampai di usus ia akan mengeluarkan racun/toksin yang bertujuan untuk membunuh flora normal usus dan merusak mikrovili dinding usus.

Akibatnya terjadi ketidakseimbangan flora normal saluran cerna dan kerusakan mikrovili usus berakibat pada berkurangnya produksi enzim di usus yang berguna untuk mencerna karbohidrat.

Karbohidrat yang dikonsumsi tidak dapat dicerna secara sempurna dan malah menumpuk di dalam usus dan malah akan menarik air dari luar usus untuk masuk ke dalam usus. Hal ini meningkatkan pergerakan usus dan menyebabkan feses lebih encer dan terjadilah diare.

Pengobatan diare akut non-spesifik pada anak yang direkomendasikan oleh WHO (World Health Organization) yang pertama adalah cairan ORS (Oral Rehydration Salt) atau cairan elektrolit.

Mengapa terapi ini menjadi yang pertama? Hal paling berbahaya dari diare adalah terjadinya dehidrasi. Angka kematian akibat diare sebagian besar disebabkan karena penanganan yang terlambat hingga anak mengalami dehidrasi.

Oleh karena itu apabila anak anda mengalami diare, berikan pada anak anda cairan elektrolit setiap kali selesai BAB, apabila anak menolak untuk minum cairan elektrolit karena mungkin rasa yang tidak enak, maka tetap pastikan anak anda makan dan minum dalam jumlah yang cukup. Apa saja tanda-tanda dehidrasi pada anak? Akan kita bahas pada artikel selanjutnya.

Terapi kedua yang direkomendasikan oleh WHO adalah pemberian Zink. Zink merupakan salah satu logam mineral yang berperan dalam regenerasi/pembaharuan sel. Dalam hal ini, zink berperan dalam pembentukan kembali mikrovili usus yang rusak.

Dosis zink yang direkomendasikan untuk anak < 6 bulan adalah 10 mg sehari dan untuk anak > 6 bulan adalah 20 mg sehari dan dikonsumsi selama 10-14 hari. Jadi apabila diare anak telah berhenti dalam 3 hari, maka pemberian zink tetap dilanjutkan sampai 10-14 hari. Penggunaan zink dalam jangka waktu seperti yang direkomendasikan ini dapat mencegah terjadinya diare berulang pada anak.

Seperti kita ketahui bersama bahwa anak-anak usia balita sulit untuk memahami dan menghindari sumber penyebab diare mereka, apakah karena mainan yang kotor, bermain pasir/tanah lalu tidak cuci tangan dan berbagai penyebab lainnya, sehingga virus dapat masuk kembali kedalam tubuh sebelum proses perbaikan mikrovili akibat diare sebelumnya selesai, inilah yang menyebabkan tingginya kejadian diare berulang pada anak.

Terapi selanjutnya adalah probiotik. Probiotik merupakan bakteri baik yang dikonsumsi untuk mengembalikan keseimbangan flora normal di usus.

WHO tidak memasukkan terapi ini sebagai rekomendasi dengan alasan kondisi flora normal manusia ditiap negara berbeda, namun dari berbagai penelitian dikatakan pemberian probiotik dalam jumlah yang cukup dapat memperbaiki keseimbangan flora normal usus.

Jadi apabila anak anda mengalami diare, no more panic, kan? Selamat mencoba!