Demam Berdarah pada Anak

demam-berdarah-pada-anak

Negara kita, Republik Indonesia, merupakan negara yang terletak pada garis equator. Letak Indonesia pada garis equator ini menyebabkan Indonesia juga disebut negara tropis dengan dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Iklim di Indonesia lembab dengan curah hujan yang tinggi.

Hal ini membuat Indonesia sangat kaya akan jens flora dan fauna. Bahkan mungkin Indonesia adalah negeri yang paling kaya akan keragaman flora dan fauna. Kita patut bangga atas hal itu.

Akan tetapi tak hanya itu. Kondisi yang sedemikian rupa membuat Indonesia juga kaya akan jenis mikroorganisme. Ada sangat banyak jenis virus, bakteri, jamur, dan rickettsia di Indonesia. Bahkan mungkin lebih banyak dari jumlah manusia, flora, dan faunanya.

Hal ini pula yang menyebabkan ilmu penyakit tropis adalah lahan yang sangat subur untuk melakukan penelitian di negeri kita tercinta ini.

Salah satu penyakit tropis yang perlu kita waspadaai adalah demam berdarah. Demam berdarah sejatinya disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes agepty. Jadi sebenarnya dalam hal ini nyamuk hanya berperan sebagai agen perantara, bukan penyebab utama.

Kita sebagai orang tua tentu tak ingin anak kita terkena demam berdarah. Penyakit ini mungkin sudah lebih mudah ditangani dibanding dulu saat awal kemunculannya. Akan tetapi tetap saja, penanganan tidaak boleh datang terlaambat. Lalu bagaimana bila anak kita yang terserang demam berdarah?

Di bawah ini adalah beberapa gejala umum demam berdarah yang perlu diperhatikan oleh para orang tua:

  1. Demam tinggi dalam waktu yang berkepanjangan, yaaitu selama dua hingga tujuh hari.

  2. Tampak adanya bintik merah pada kulit anak.

  3. Untuk beberapa kasus bisa menyebabkan anak mengalami mimisan.

  4. Kadang juga terasa nyeri di ulu hati.

  5. Bila sudah memasuki fase yang parah, anak akan gelisah, tangan dan kaki dingin, serta tubuh berkeringat.

Jika anak anda mengalami gejala di atas, anda perlu waspada bahwa anak anda mungkin saja terserang demam berdarah. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan orang tua jika anak terserang demam berdarah adalah sebagai berikut ini:

  1. Berikan banyak minum agar asupan cairan tetap terpenuhi.

  2. Kompres tubuh anak dengan air es atau aalkohol.

  3. Berikan anak obat penurun panas.

  4. Beri anak jus jambu biji sebagai upaaya untuk meningkatkan trombosit anak.

  5. Anda juga bisa memberikan air rebusan angkak merah.

  6. Pilihan terakhir namun yang terbaaik, bawalah anak ke dokter atau ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut dan lebih tepat.

Bila anak anda tidak menunjukkan gejala demam berdarah dan tidak terserang demam berdarah, tak ada salahnya untuk tetap melakukan pencegahan. Berikut beberapa cara pencegahan demam berdarah:

  1. Kuras tempat penyimpanan air secara rutin.

  2. Tutup kembali tempayan dengan rapat setelah mengambil air.

  3. Gantilah air di vas atau pot tanaman setiap hari.

  4. Kubur kaleng dan barang bekas tempat air tersimpan di tempat sampah.

  5. Biasakan tidak menumpuk gantungan paakaian di rumah selaain di dalam lemari pakaian.

  6. Taburkan bubuk abate pada tempat-tempat yang memungkinkan untuk dikuras.

  7. Semprot kamar tidur dan ruangan lain di rumah dengan obat nyamuk secaara rutin.

  8. Gunakan lotion untuk menghindari gigitan nyamuk.

  9. Selalu cukupi nutrisi tubuh agar daya tahan tubuh tidak lemah.

Nah, cara-cara di atas dapat diterapkan untuk membentuk rumah tangga yang sehat dan bebas dari demaam berdarah. Demam berdarah adalaah penyakit tropis yang mesti kita perangi. Semoga artikel ini dapat bermaanfaat bagi kita semua. Dan semoga pula kita bisa menjadi orang tua yang baik dan mampu memerangi demam berdarah dengan cara yang seefektif mungkin.