Cara Mudah Bercocok Tanam Hidroponik Di Ruang Sempit

Hidroponik

Jaman sekarang ini harga tanah semakin melambung terlebih di daerah perkotaan. Orang-orang jadi memilih untuk membeli rumah tingkat di area perumahan daripada rumah yang halamannya luas. Hal itu mengakibatkan orang-orang jadi malas untuk bercocok tanam. Padahal dengan bercocok tanam sendiri bisa menghemat biaya pengeluaran untuk konsumsi. Bisa juga untuk mengurangi rasa bosan akan kegiatan sehari-hari yang itu-itu saja.

Banyak orang mengeluh ingin bercocok tanam namun mereka tidak punya ruang yang cukup, bisa dibilang hanya punya lahan sempit.  Kanan kiri hanya sudah dibatasi semen. Tidak mungkin menggunakan media tanah untuk lahan utamanya. Maka dari itu ada teknik bercocok tanam dengan hidroponik. Teknik ini bisa dijadikan salah satu alternatif jika hanya mempunyai ruang sempit. Hidroponik menggunakan sarana paralon yang biasa untuk mengalirkan air itu. Nantinya tanaman bisa ditempatkan di mana saja asalkan tidak terguyur hujan. Karena jika kehujanan maka nutrisi yang ada di cairan hidroponik akan lebih encer daripada seharusnya.

Selain media tanah atau air untuk bercocok tanam, sinar matahari juga sangat dibutuhkan. Tanaman butuh sinar matahari sekitar 5 jam tiap harinya namun dengan insensitas yang rendah. Jika terlalu terik, tidak baik juga untuk tanaman. Beberapa tanaman yang cocok menggunakan teknik ini yaitu tanaman sayuran. Misalnya saja kangkung, selaca, pokcoy, caisin, bayam dan sayuran berdaun lainnya.

Mari kita bahas bagaimana cara bercocok tanam secara hidroponik. Tentunya sangat mudah. Anda bisa mengajak keluarga supaya bercocok tanam lebih menyenangkan.

Alat dan Bahan:

  • Hidroponik kit, dapat dibuat dengan menggunakan paralon, lebih hemat. Atau bisa manfaatkan bahan-bahan di rumah Anda yang bisa digunakan sebagai pengganti paralon.
  • Media tanam Rockwool. Rockwool ini terbuat dari batuan vulkanik yang sudah disterilkan sehingga sudah terbebas dari hama, penyakit dan gulma. Rockwool bentuknya seperti serat-serat.
  • Benih sayuran. Benih sayuran ini dapat dibeli di tempat yang menyediakan kebutuhan pertanian maupun perkebunan. Anda bisa memilih benih sayurn seperti kangkung, pokcoy, selada, caisin atau bayam.
  • Nutrisi hidroponik. Bisa dibeli juga di tempat yang menyediakan kebutuhan pertanin maupun perkebunan. Nutrisi hidroponik ini sangat diperlukan karena tanaman yang ditanam dengan teknik hidroponik hanya mendapat nutrisi dari sana.

Cara Bercocok Tanam:

  • Semaikan benih ke media yang sudah disiapkan yaitu hidroponik kit tadi. Pilih benih yang berisi. Gunakan pinset untuk mengambil benih itu. Lalu benamkan benih ke media sedalam kira-kira 2-5mm.
  • Siramlah benih yang sudah disemai tadi sampai media tanam menjadi basah. Gunakan air bersih untuk menyiramnya. Tahap awal ini belum menggunakan pupuk.
  • Tutuplah hidroponik kit dengan plastik selama 3-5 hari. Hal ini bertujuan supaya media tanam menjadi lembab dan selalu hangat sehingga benih akan tumbuh menjadi kecambah dengan mudah.
  • Setelah hidroponik kit ditutup dengan plastik selama 3-5 hari, benih tadi akan berkecambah. Jadi jangan sampai lupa menutup hidroponik kit dengan plastik.
  • Lalu isi hidroponik kit dengan larutan nutrisi sampai menyentuh bagian bawah dari media tanam.
  • Hidroponik kit harus diletakkan pada tempat yang datar. Selain itu juga harus mendapatkan sinar matahari. Sebaiknya tidak terkena hujan supaya pertumbuhannya lebih maksimal.
  • Jika nutrisi dirasa kurang, tambahkan lagi larutan nutrisi pada media tanam hidroponik.
  • Tanaman sayuran ini dapat dipanen setelah 30 hari, tergantung jenis sayuran mana yang ditanam.

Mudah kan? Teknik ini sangat minim pemeliharaan. Tidak memerlukan lahan yang luas juga. Selain itu, hemat biaya. Ajak keluarga anda untuk mencoba bercocok tanam dengan teknik hidroponik ini. Anda tidak perlu takut dengan kualitas sayuran karena Anda sendiri yang menanamnya. Keluarga dan si kecil pun semakin sehat. Anda tertarik mencoba?