CARA MENGOPTIMALKAN GOLDEN AGE ANAK

baby

 

Bagi orang tua, tumbuh kembang anak menjadi perhatian khusus. Tumbuh kembang anak juga harus diperhatikan dikarenakan menjadi hal yang penting. Tak hanya pertumbuhan berat atau tinggi badan saja yang harus diukur perkembangannya. Namun juga perkembangan motoric, verbal, dan mental anak juga harus. Dalam fase tumbuh kembang anak terdapat fase emas atau yang seringkali disebut fase golden age. Fase golden age fase dimana otak sang anak mengalami perkembangan yang paling cepat saat masa pertumbuhannya. Dimasa ini otak anak 80% otak anak mengalami perkembangan pada rentang usia 0-6 tahun. Di usia ini anak akan cepat sekali menerima informasi dari luar sehingga ia bisa belajar tentang apapun. Tak heran jika kita lihat di TV banyak anak yang berusia kurang dari 6 tahun telah memiliki kemampuan berbicara dalam beragam bahasa. Itu karena mereka sejak kecil diajarkan untuk mempelajari berbagai macam bahasa sehingga informasi yang ia dapatkan cepat diserap.

Pada fase golden age ini menjadi fase dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak. Tak hanya itu dalam fase ini perkembangan kemampuan mototrik, emosional, dan moralnya juga terbentuk. Karena begitu pentingnya fase ini untuk itu orang tua dituntut untuk memberikan pendidikan dan pengajaran yang optimal kepada anak sehingga perkembangan otak anak dapat maksimal. Lalu apa yang seharusnya dilakukan orang tua agar fase golden age ini tidak terlewatkan begitu saja?

  1. Memberi Makanan Sehat

Makanan menjadi asupan gizi yang sangat penting bagi anak yang masih berada dalam masa tumbuh kembang. Usahakan orang tua agar memberi anak makanan yang sehat dan bergizi. Menu empat sehat lima sempurna bisa menjadi sajian sehari-hari. Jika anak tidak suka sayuran hijau, orang tua perlu membiasakannya agar anak suka. Sehingga kedepannya anak akan terbiasa dan tidak lagi takut makan sayur. Jika orang tua jarang memasak dirumah, usahakan untuk tidak memberi anak makanan junk food atau fast food. Saat ini di beberapa kota sudah banyak paket catering sehat sehingga Ibu bisa mencoba untuk memanfaatkan catering sehat untuk anak tersebut jika memang tidak sempat memasak di rumah.

 

  1. Berolahraga

Olahraga sangat pentinga bagi tumbuh kembang motorik anak. Dengan berolahraga, tubuh anak akan bergerak aktif sehingga perkembangan motoriknya pun akan bagus. Orang tua bisa mengajak anak untuk melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki mengelilingi kompleks, lari-lari kecil, hingga mengajari anak berenang. Selain bagus untuk perkembangan motorik, berolahraga seperti renang dapat membuat organ dalam anak sehat. Dengan mengajak berolahraga bersama, selain bisa membuat lebih sehat juga bisa menjadi quality time anak dan orang tua.

 

  1. Mengajari Bahasa

Bahasa merupakan hal yang paling penting untuk dipelajari bagi sang anak. Lewat bahasa, anak dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Sehingga ketika anak mengusai bahasa, ia mampu berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya dengan baik. Bahasa yang perlu diajarkan pada anak adalah bahasa ibu. Dengan bahasa ibu maka anak bisa berkomunikasi secara lancar dengan orang tuanya. Kemudian ajarkan juga bahasa daerah kepada anak. Saat ini banyak anak yang sudah tidak menguasai lagi bahasa daerah, sehingga ketika terdapat mata pelajar bahasa daerah di sekolah mereka merasa kesulitan. Dengan mengajarkan anak bahasa daerah itu dapat membuat ia mampu berinteraksi dengan masyarakat lokal dengan bahasa daerah. Selain itu hal tersebut juga bisa menjadi cara untuk melestarikan bahasa daerah di Indonesia

 

  1. Belajar Berhitung

Berhitung adalah hal yang sangat penting untuk diajarkan kepada anak. Dengan mengajarkan perhitungan dasar seperti penjumlahan dan pengurangan itu dapat meningkatkan kemampuan matematis anak. Proses belajar berhitung dapat dilakukan dengan menggunakan contoh-contoh yang bisa ditemukan dalam sehari-hari. Misalnya anak disuruh menghitung buah yang ada di meja, disuruh untuk menjumlah total roda mobil, dan contoh lainnya. Kemampuan matematis ini sangat penting karena akan berguna kedepannya.

 

  1. Mengajari Skill Tertentu

Ada baiknya selain melakukan hal diatas, orang tua juga bisa mengajari anak untuk mengasah ketrampilan tertentu seperti menari, menyanyi, bermain musik, memasak, hingga skill lainnya. Memang sebenarnya sepele jika dipikirkan. Namun dengan memanfaatkan usia emasnya, anak mampu menerima infomasi banyak dan mampu belajar dengan cepat sehingga memudahkan mereka untuk memiliki skill tertentu. Dengan memiliki suatu skill khusus nantinya akan membuat anak lebih percaya diri ketika memasuki bangku sekolah. Akan tetapi jangan terlalu banyak menekan anak dengan berbagai macam pelajaran yang bisa membuatnya lelah. Belajar memang penting, namun istirahat juga lebih penting untuk usia anak. Sehingga proses belajar untuk ketrampilan tertentu dapat disesuaikan dengan kemampuan anak.

 

Cara diatas dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengoptimalkan fase golden age anak. Sehingga orang tua yang merupakan orang paling dekat dengan tumbuh kembang anak adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak. Pada fase golden age tersebut orangt tua juga seharusnya lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak. Sehingga anak dekat dengan orang tuanya dan merasa disayangi. Jika orang tua terlalu sibuk dan tumbuh kembang anak tidak terlalu diperhatikan akan membuat fase golden age-nya terlewati dengan sia-sia. Untuk itu orang tua harusnya mencatat setiap perubahan perkembangan anak yang terjadi.

Orang tua juga harus segera menghubungi dokter ketika mereka merasa tumbuh kembang anak terganggu atau tidak sesuai dengan anak pada umumnya. Hal tersebut merupakan langkah preventif untuk mengetahui apakah anak Anda memiliki keterbatasan tertentu ataukah pertumbuhannya normal namun sedikit terlambat. Karena tumbuh kembang anak sangat penting maka hal itu tidak boleh diabaikan begitu saja.

Dengan mengoptimalkan fase golden age ini, ketika anak memasuki usia sekolah ia akan bisa mengikuti pelajaran yang diberikan. Selain itu ketika anak sudah memiliki ketrampilan tertentu, ia akan menjadi lebih percaya diri.