Cara Menghukum Anak

cara menghukum anak

Bagi anda yang sedang dalam proses mendidik anak harus mengetahui cara menghukum anak yang benar dan akurat. Jangan sampai nanti cara menghukum anda melewati batas dan berakibat buruk terhadap pertumbuhan anak. Namun, sebenarnya banyak juga orang tua yang masih terlalu lemah dalam hal ini sehingga selalu membiarkan anaknya berperilaku seenaknya. Hal ini tentunya sering kita temui atau rasakan sendiri di kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Membiarkan anak adalah adalah cara singkat yang tidak akan terlalu menyita waktu orang tua. Namun, tentunya bagi anda yang peduli dengan pendidikan anak pasti sangat tidak setuju dengan tipe orang tua lemah seperti itu. Oleh sebab itu, kadang-kadang kita juga perlu bersikap tegas kepada anak kita tatkala mereka berbuat salah, baik itu dengan teguran atau konsekwensi berupa hukuman.

Berikut beberapa kata kunci atau poin dasar yang perlu anda perhatikan ketika menghukum anak anda jika mereka melakukan kesalahan:

Perlakukan Anak Dengan Kasih Sayang

Hal dasar dari semua hukuman adalah dengan kasih sayang. Karena sebenarnya inilah yang seharusnya mereka dapatkan dari anda. Rasulullah SAW sendiri telah mengajarkan kita banyak mengenai perlakuan yang lembut kepada anak-anak. Oleh sebab itu, cara yang paling mendasar adalah perlakukan dengan kasih sayang yang tulus. Sehingga kalaupun harus menghukum, itu karena anda menyayanginya dan tidak ingin dia merugi di kemudian hari.

Memperhatikan Tabiat Anak Yang Menyimpang

Semua anak mempunyai karakter yang berbeda-beda. Ada yang pendiam, aktif, bandel, nakal, dll. Setiap dari mereka itu juga memiliki cara/kesan sendiri agar bisa bisa menangkap dan menuruti perintah kita. Sehingga cara menghukum anak pun sejatinya haruslah berbeda-beda pula. Ada yang hanya perlu dilihat sesaat dan sudah memahami bahwa kelakuannya adalah salah. Ada pula yang perlu mendapat konsekwensi hukuman, dan bahkan ada yang perlu mendapatkan hukuman berupa pukulan jika dengan hardikan dia terus dan masih melawan.

Menurut Ibnu Sina, Al-Abdali, dan Ibnu Khaldun, anak seharusnya tidak  perlu dipukul kecuali setelah anda  memberikan peringatan dan ancaman terlebih dahulu sebagai upaya untuk mewujudkan tuntutan dan memperbaiki anak serta membentuk akhlaknya. Karena hal ini bisa saja berdampak membentuk sifat penakut dan lari dari tugas kehidupan. Selain itu pukulan juga bisa berdampak menimbulkan malu berkepanjangan, benih dendam dan bahkan ketakutan di dalam diri mereka, jadi alangkah baiknya kita menghindarinya saja.

Mencari solusi secara bertahap: Ringan ke Berat

Dalam memberikam hukuman, ada tahapan-tahapan yang harus selalu kita ingat. Yaitu dari teguran biasa, teguran berupa ancaman konsekwensi hukuman, dan terakhir adalah hukuman. Hukumannya sendiri ada yang ringan dan ada pula yang berat. Tahapan-tahapan ini bertujuan untuk membenahi penyimpangan anak secara berkala, memperbaiki keadaannya, mengangkat akhlak dan jiwa sosialnya, sehingga dia benar-benar menjadi orang yang kita harapkan.

Selain itu jangan lupa untuk selalu berusaha memberikan hukuman sesuai kadarnya atau sesuai yang telah anda sepakati dengannya, sehingga hukuman yang dia dapat adalah wujud dari tanggung jawab yang harus dia tunaikan.

Mungkin itu saja beberapa kunci cara menghukum anak yang sekiranya bisa menjadi rambu-rambu para orang tua agar buah hati bisa tumbuh dengan baik. Untuk mengakhiri saya kembali meningatkan bahwa sebaiknya anda menghindari hukuman berupa pukulan. Alangkah baiknya cari solusi lain yang lebih baik, namun jika memang jalan terbaiknya adalah pukulan, maka niatkan lillahita’ala dan demi kebaikannya juga.

Pastikan anda sudah like halaman Facebook Nuqtoh untuk selalu mendapatkan update terbaru dari produk, artikel dan berbagai tips mendidik anak dari kami.