Cara Menghadapi Anak Yang Konsumtif

Anak Yang Konsumtif

Di lingkungan sekitar, ada anak yang konsumtif maupun tidak. Konsumtif ini maksudnya si anak senang menghambur-hamburkan uang hanya untuk sesuatu yang sebenarnya tidak dia butuhan. Anak yang konsumtif biasanya karena orangtuanya juga konsumtif. Jadi secara tidak langsung sifat ini merupakan turunan dari orang tua. Jika kita ingin merubah perilaku anak atau mendidik anak untuk tidak konsumtif, kita harus melihat diri kita sendiri seperti apa. Setelah kita sudah bisa mengontrol sifat konsumtif yang kita miliki, barulah kita sebagai orangtua dapat mengubah perilaku anak. Bagaimana cara yang tepat untuk merubah perilaku anak yang konsumtif? Berikut kami informasikan cara menghadapi anak yang konsumtif.

  1. Mengontrol Uang

Hal pertama yang mendasar untuk mengurangi perilaku konsumtif adalah dengan mengontrol uang yang kita miliki. Selain itu, menabung juga dapat membantu. Menabung dan mengontrol uang adalah hal yang penting agar anak tidak konsumtif. Perilaku menabung sendiri dapat mulai diterapkan mulai dari anak dapat berjalan. Bermula dari orang tua yang mengenalkan uang kepada anak, kemudian mengajarkan anak untuk memasukan uang koin ke dalam celengan. Hal ini lama kelamaan akan melekat dalam diri si anak.

Setelah anak sudah mulai mengerti nilai uang, ajarkanlah anak untuk mengontrol uang. Dengan mengajarkan untuk membagi-bagi uangnya dalam tiga tempat penyimpanan, seperti misalnya uang yang untuk ditabung, disimpan untuk digunakan dalam jangka pendek, dan uang untuk disedekahkan. Hal ini juga dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa menabung itu membosankan, dan anak juga tahu mana uang yang bisa ia belanjakan, mana yang harus ditabung dan mana yang harus ia sedekahkan.

  1. Bijak Dalam Berbelanja

Hal kedua yang harus dilakukan adalah bijak dalam membelanjakan sesuatu. Orang tua harus memulainya dari diri mereka sendiri terlebih dahulu. Sikap bijak diperlukan untuk mengatur keuangan. Mengajarkan anak untuk bersikap bijak menggunakan sangat penting. Dengan mengajarkan anak untuk tidak langsung menghabiskan uangnya, dan menabung kembali uang kembalian usai membeli barang yang ia inginkan. Selain itu, karena tidak mudah membedakan kebutuhan dan keinginan, ajarkanlah anak untuk lebih mengerti mana yang menjadi prioritas serta hal-hal seperti apa yang dijadikan prioritas. Mengajarkan anak membuat perencanaan target prioritas akan membuat anak terbiasa sampai ia dewasa.

  1. Berkomunikasi Tentang Uang

Berkomunikasi dengan anak memang sangat penting Anda lakukan untuk mengetahui perkembangan anak Anda. Salah satu bentuk komunikasi yang juga perlu Anda lakukan yaitu berkomunikasi dengan anak tentang uang. Berkomunikasilah dengan anak mengenai uang yang akan ia belanjakan, dengan memberikan pengertian hal lain apa yang dapat ia dapatkan dengan uang yang ia miliki. Misalnya dia ingin boneka, bicarakan kepada anak. Dengan harga bonekanya yang sekian, dia bisa mendapatkan berapa banyak makanan yang dapat ia bagi dengan teman-teman. Atau bisa juga dengan mengajak anak untuk menabung sedikit demi sedikit untuk membeli boneka itu dengan uangnya sendiri.

  1. Mengajarkan Anak Menabung

Ajarkan anak Anda untuk menabung semenjak dia masih kecil Menabung sejak dini bisa menjadi salah satu cara untuk mendukung pendidikan karakter anak agar anak tidak menjadi konsumtif. Mengajarkan anak menabung sejak kecil akan memberikan dampak positif bagi kebiasaannya di masa depannya. Anak yang terbiasa menabung sejak dari kecil, saat sudah besar ia akan menjadi orang yang lebih pandai menahan diri dan mengatur keuangannya.

 

Bagaimana? Mudah bukan? Lakukan cara-cara yang sudah dijabarkan di atas supaya anak Anda bisa mengurangi perilaku konsumtifnya. Sebelumnya, Anda juga harus melakukannya terlebih dahulu.