Cara Mendidik Anak Yang Baik

cara mendidik anak yang baik

Cara Mendidik Anak Yang Baik

Kita sebagai orang tua semestinya bersyukur karena kita mempunyai keturunan (anak). Kewajiban sebagai orang tua adalah mendidik mereka. Ini merupakan suatu pekerjaan yang  bisa dikatakan berat atau ringan namun harus dijalani. Kita harus mengarahkan atau mengajarkan anak menjadi anak baik, shaleh, suka menolong dan lainnya. Seiring berjalan waktu anak kita bertumbuh besar, pendidikan sejatinya tidak hanya sepenuhnya diprakarsai oleh orang tua namun juga ada faktor lannya, seperti guru, teman, keluarga, dan yang lainnya.

Peranan orang tua penting dalam hal memberi petunjuk atau arahan untuk anak bisa memilih teman yang baik. Selain itu orang tua juga harus memilih sekolah yang tepat untuk mereka. Sekolah bukanlah satu-satunya tempat untuk anak belajar. Orang tua bisa mendidik anak untuk belajar di luar sekolah misalnya belajar di alam terbuka, rekreasi bersama, belajar secara online, ataupun belajar secara mandiri (otodidak). Peranan orang tua memantau dan mendidik anak agar melakukan aktivitas yang positif dan berguna baik diri sendiri maupun orang lain. Selain anak belajar, anak juga perlu mengembangkan kreativitas, sikap, dan keahlian. Karena hal tersebut akan menjad modal keahlian yang akan digunakan ketika mereka sudah remaja atau dewasa.

Di bawah ini beberapa cara mendidik anak yang baik :

  1. Kemandirian dan bertanggung jawab

Sebagai orang tua mendidik anak agar mandiri dan bertanggung jawab, agar mereka terbiasa menyelesaikan tugas secara baik dan bertanggung jawab.  Peranan orang tua memantau dan mengajarkan anak, agar dia terus termotivasi untuk belajar.

Misalnya anak kita mempunyai pekerjaan rumah (PR), arahkan meraka untuk menyelesaikan secara mandiri. Agar anak kita berlatih untuk belajar mandiri, tugas orang tua adalah memantau. Dan ketika anak kita menemukan kesulitan dalam mengerjakan soal atau PR, coba untuk membantu mencari solusinya.

  1. Tumbuhkan rasa ingin tahu

Sifat setiap anak berbeda-beda, ada yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan adapula yang biasa. Untuk anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, orang tua harus ekstra waspada agar anak mempunyai arahan yang benar. Lalu bagaimana dengan anak yang rasa ingin tahu nya tidak ada. Untuk kasusu ini peran orang tua membimbing agar anak mempunyai rasa ingin tahu, misalnya dengan menanyakan kepada anaknya “bagaimana proses terjadinya hujan?”, lalu anak membuka buku ataupun mencari informasi di internet. Mengenai pertanyaan orang tua tersebut.

Lalu bagaimana ketika anak belom mempunyai inisiatif membuka buku ataupun mencari informasi di internet? Maka dari itu orang tua memberikan arahan kepada anaknya untuk mencari tahu, bimbing mereka pelan-pelan untuk mencari informasi tersebut dna berikan reward ketika mereka menemukan jawabannya.

  1. Berpendapat

Setiap anak pasti mempunyai berpendapat masing-masing, misalnya dalam bersosialisasi ketika temannya berpendapat A, namun pendapat anak kita berbeda. Di sini ego anak akan naij dan pastinya akan ingin memang sendiri. Nah, disat situasi seperti ini orang tua harus bisa memberikan stimulus yang sekiranya bisa membantu dia memahami berbedaan pendapat itu bisa diselesaikan dengan cara diskusi misalnya.

  1. Bersosialisasi, simpati, empati, saling tolong-menolong, dan lain-lain

Setiap orang berhak bersosialisasi atau bergaul dengan orang lain, maka dari itu mari didik anak untuk bersosialisasi, simpati, empati, saling tolong-menolong, dan lain-lain. Karena hal ini penting sekali untuk masa depan anak. Misalnya ketika teman mempunyai kesulitan maka kita harus   berusaha membantu semampu kita.

  1. Menjadi orang baik

Jadilah orang baik, makakita juga akan mendapatkan kebaikan. Sebaliknya menjadi orang jahat, akan menghasilkan jahat. Mari menjadi orang baik, karena banyak sekali manfaat menjadi orang baik itu.

Nah apakah kita sebagai orang tua sudah mendidik anak dengan baik?

Pastikan anda sudah like halaman Facebook Nuqtoh untuk selalu mendapatkan update terbaru dari produk, artikel dan berbagai tips mendidik anak dari kami.