Penanganan Cacar Air pada Anak

5-kondisi-gawat-anak

Selama ini ada banyak sekali orang tua yang menganggap bahwa penyakit cacar air adalah penyakit yang umum terjadi pada anak. Padahal kenyataannya penyakit ini sangat berbahaya karena bisa menimbulkan komplikasi kulit lainnya seperti gangrene, juga komplikasi pada penyakit non kulit lainnya seperti gangguan sistem saraf pusat, gangguan sistem pernapasan, gangguan kekebalan tubuh, dan banyak lagi.

Penyakit ini tak hanya berbahaya pada anak, tetapi juga berbahaya bagi ibu hamil. Bila ibu hamil terinfeksi pada minggu awal kehamilan, bisa menyebabkan terjadinya cacat pada janin yang dikandungnya, bahkan juga bisa menyebabkan keguguran.

Penyakit cacar air atau yang disebut juga chicken pox, disebabkan oleh virus yang bernama Varicella Zoster Vrus (VZV). Cacar air merupakan bagian dari penyakit herpes yang menular. Cacar air bisa ditularkan melalui kontak udara seperti batuk dan bersin. Cacar air bisa juga ditularkan melalui kontaak fisik seperti kulit tubuh yang bersentuhan.

Varicella Zoster Virus yang masuk dalam tubuh anak seringkali tidak menimbulkan reaksi apa pun pada awalnya. Akan tetapi barulah setelah memasuki hari ke-14 atau hari ke-17 memasuki tubuh, virus tersebut baru mulai menampaakkan gejala. Orang tua perlu waspada bahwa anaknya mungkin saja terserang cacar air bila sang anak mengalami gejala seperti yang tertera di bawah ini:

  1. Kondisi tubuh anak melemah.
  2. Tubuh demam.
  3. Anak menjadi tidak nafsu makan.
  4. Mengalami pusing, batuk, dan nyeri pada tenggorokan.
  5. Setelah selang 24 jam dari infeksi virus, tubuh kemudian baru muncul ruam kulit berupa lepuh dan lesi atau berisi cairan dan secara cepat akan berubah menjadi nanah.
  6. Setelah lima hari berselang dari gejala pada poin 5, maka nanah baru akan kering dan juga akan meninggalkan bekas yang menimbulkan rasa sangat gatal.

Untuk mencegahnya, orang tua bisa memberikan vaksin varisela pada anak. Anak yang berusia 12 sampai 18 bulan (untuk hasil yang paling optimal) serta anak yang berusia 19 bulan sampai 2 tahun yang bisa diberikan vaksin varisela. Hasilnya akan cukup efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak terhadap penyakit cacar air.

Sementara itu bila anak anda telah terserang cacar air, anda tentu harus merawatnya. Cara di bawah ini dapat digunakan sebagai referensi dalam merawat anak yang terserang cacar air:

  1. Tuangkan 1 sendok teh baking soda pada air dalam bak mandi anak, hal ini untuk mengurangi rasa gatal akibat cacar air.
  2. Usahakan untuk memandikan anak sebanyak dua hingga tiga kali sehari, bisa dengan air hangat atau air dingin.
  3. Gunakan calamine lotion atau bedak salicyl sehabis mandi pada ruam kulit di tubuh anak.
  4. Potong kuku anak dan jaga kebersihannya, usahakan agar anak tidak menggaruk kulitnya meskipun terasa gatal.

Jika anak anda terserang cacar air, jangan biarkan dia pergi ke sekolah atau ke tempat umum lainnya hingga ia benar-benar sembuh total. Hal ini untuk menghindari penularan pada orang lain. Biasakan pula agar anak mencuci tangan dan membersihkan badan dengan handuk khusus yang hanya digunakan olehnya. Lalu pada saat ia batuk, ajarkan ia untuk selalu menutup mulutnya dengan tisu yang kemudian langsung dibuang ke tempat sampah.

Cuci alas tidur anak dengan merendamnya di air panas karena virus tidak aktif dalam suhu yang sangat panas. Jauhkan anak untuk sementara waktu dengan orang-orang lainnya. Setelah sembuh, anda bisa memberi anak vaksin varisela.

Nah, bagaimana? Sudahkah anda memahami bagaimana cara menangani yang mencegah penularan penyakit cacar air pada anak? Semoga artikel kali ini bisa memberi manfaat bagi kita para orang tua yang selalu mengharap segala hal yang terbaik untuk buah hati kita.