Bullying Dalam Keluarga Ternyata Ada Loh!

Bullying Dalam Keluarga itu nyata adanya bahkan tanpa kita sadari atau kita sadar tapi memakluminya.

Bullying adalah suatu tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba untuk mnyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan, ancaman atau paksaan.  Bullying sendiri bisa berupa fisik maupun psikis. Bisa terjadi di lingkungan sekolah, tempat bermain, tempat kerja bahkan di dalam keluarga sendiri. Bullying di lingkungan sekolah atau tempat kerja pasti sudah sering dengar ya. Nah, kali ini kita bahas tentang bullying di dalam keluarga.

 

“Ma, cemilanku dihabisin kakak semua.
Adek sih, cemilannya malah dibiarin gitu aja.


Atau


“Dek, awas ya kalau kamu bilang Mama kalo
tadi kakak habis main ke mall.
“Iya kak
.

 

Anda memiliki anak lebih dari satu? Atau Anda tinggal serumah dengan keluarga lain yang masih saudara? Kalau iya, pasti sering mendengar anak-anak sedang bertengkar kan? Pertengkaran anak-anak biasanya dipicu banyak hal, kebanyakan karena hal kecil yang itu-itu saja. Misalnya adik yang mengganggu kakaknya yang sedang belajar, hingga sang kakak yang mencubit adiknya bahkan membentak, dan baru berakhir setelah si adik menangis. Atau seperti contoh diatas tadi, ketika si kakak mengancam adiknya untuk tidak melaporkan ke ibunya karena si kakak diam-diam main ke mall. Terkadang hal-hal kecil itulah yang malah membuat orangtua merasa sedikit khawatir. Kenapa? Karena apabila pertengkaran itu berakhir menjadi bullying dan terjadi hingga si anak dewasa, akan ada dampak yang serius. Efek bullying sendiri ada bermacam-macam, mulai dari dampak fisik hingga psikologis. Intimidasi atau bullying dalam bentuk verbal, fisik, maupun psikis nyatanya memberikan dampak yang tidak baik bagi anak. Diantaranya depresi dan kecemasan.

 

Sebenarnya bullying antar saudara atau bullying dalam keluarga tetaplah masuk dalam criteria bullying yang biasa kita dengar, hanya saja, terkadang orangtua merasa tidak perlu mempermasalahkan hal tersebut secara berlebihan mengingat mereka adalah saudara, jadi tidak mungkin melakukan perkelahian atau pertengkaran yang membahayakan, padahal dampak dari bullying tidak baik. Sebagai orangtua, kadang kala kita tidak tahu bahwa yang dilakukan itu adalah tindakan bullying. Sehingga orang tua pun membiarkan bullying yang terjadi antar anak. Maka dari itu kita harus bisa memilah agar jangan sampai pertengkaran anak bisa menjadi lebih buruk yaitu timbulnya bullying. Bahkan apabila terjadi secara berulang kali secara terus menerus bullying yang terjadi saat anak masih kecil bisa menimbulkan depresi ketika dia besar. Tragisnya, si anak bisa melakukan tindakan bunuh diri.

 

Selain bullying secara fisik, ada pula beberapa jenis bullying secara verbal yang seringkali tidak kita indahkan, misalnya membanding-bandingkan kemampuan anak satu dengan anak lainnya, secara tidak langsung hal ini akan sangat menyakiti perasaan si anak, yang tentu saja berdampak stress dan kehilangan jati diri. Misalnya saja ketika orang tua selalu membanding-bandingkan si adik dengan kakaknya yang lebih pintar dalam hal akademis, padahal si adik lebih pintar dalam hal olahraga.

 

Sedangkan bullying psikis yang biasa kita rasakan adalah ketika misalnya si kakak yang mengancam adiknya agar menutupi suatu kebohongan dari orangtua yang mengakibatkan rasa takut dan khawatir pada si adik. Walaupun ancaman itu kecil, tetap akan berdampak terus menerus bagi si adik. Dan itu bukan sesuatu yang baik untuk dilakukan.

 

Lalu bagaimana supaya bullying tidak terjadi di dalam keluarga? Pertama, tekankan dan praktekkan empati dalam hubungan keluarga, antar masing-masing anggota keluarga. Selain itu, jauhkan acara hiburan keluarga dari hal-hal yang berbau bullying. Misalnya menontin acara televisi yang banyak mengandung unsur kekerasan. Apabila si anak menonton acara yang berbau bullying, orang tua harus mendampinginya dan menjelaskan mana yang boleh dan tidak boleh ditiru. Ajarkan juga kepada anak untuk berbagi dengan sesama anggota keluarga dan saudaranya. Sehingga harmonisasi keluarga akan tercipta dengan baik.