Bila Anak Anda Dibandingkan dengan Anak Lain

Kemarin-kemarin sudah kita bahas tentang orang tua jangan sampai membandingkan anaknya dengan anak-anak yang lain. Jika Anda sudah berhasil melakukan hal itu, bagus sekali. Tapi, Anda masih harus berhadapan dengan keluarga lain di sekitar Anda misalnya dalam arisan keluarga, saat menjemput anak sekolah ataupun acara-acara lain. Mungkin kalimat berikut ini langsung muncul di pikiran Anda,”Paling deg-degan kalau bertemu dengan keluarga besar. Pasti ada saja yang membandingkan Rachel dengan sepupu sepupunya.” Otak Anda secara bijaksana sudah memberi sinyal untuk bisa mengabaikan komentar-komentar dari mereka. Namun apa daya, dalam hati masih terbersit rasa cemburu dan terganggu mendengar sepupunya terus-menerus selangkah di depan buah hati Anda. Belum lagi efek yang akan anak Anda terima dari komentar-komentar itu.

Jika itu yang terjadi, dengarkan isi kepala Anda, bukan hati Anda. Contohnya saja saat orang tua anak-anak lain berkomentar tentang cara makan anak Anda yang masih berantakan, Anda jangan buru-buru emosi. Anda bisa berkata dengan santai jika anak Anda memang masih dalam tahap belajar makan. Anda juga bisa menjelaskan bahwa cara makan anak Anda sudah lebh baik dari beberapa hari lalu. Selain melakukan hal itu, beberapa tips berikut ini juga bisa Anda coba:

1. Sampaikan Secara Langsung Jika Anda Keberatan
Sebagai orang tua, merera mempunyai tanggung jawab menjaga lingkungan anaknya supaya tetap positif. Oleh sebab itu, jika Anda merasa sangat terganggu, sampaikan dengan lembut dan tegas bahwa Anda keberatan. Memang agak sulit, terutama menyampaikannya kepada orang yang lebih tua, seperti orang tua kita. Tidak bisa sekali jalan langsung berhasil. Namun kita harus ingat bahwa itu tanggung jawab kita. Katakan pada keluarga Anda bahwa Anda mencintai si kecil apa adanya, dan perbandingan yang terus-menerus diucapkan mereka membuat Anda dan anak Anda merasa tidak nyaman.

Sampaikan juga bahwa Anda ingin anak Anda diterima sebagai individu, tidak sebagai seseorang yang yang selalu berlomba dengan sepupunya. Tunjukkan bahwa semakin si kecil tumbuh besar, ia juga akan merasa kesal dengan segala perbandingan tersebut. Ingatkan keluarga Anda bahwa hubungan mereka dengan anak Anda mungkin akan terpengaruh jika mereka terus membandingkan. Jangan menyerah melakukan hal ini, pelan-pelan pasti mereka akan mengerti.

2. Gunakan Perbandingan Secara Positif
Jika Anda tak bisa menghentikan komentar-komentar dari keluarga Anda, coba gunakan itu sebagai keuntungan Anda. Komentar-komentar mereka bisa menjadi bahan untuk mengevaluasi perkembangan anak Anda dibandingkan sepupunya. Bisa juga membantu Anda berpikir tentang cara-cara meningkatkan perkembangan anak Anda.

Misalnya saja saat berusia 4 tahun, ketika anak Anda tampil menari bersama teman-teman kelompok bermainnya. Tenyata gerakannya selalu terlambat mengikuti guru yang memberi contoh di depan panggung. Salah satu anggota keluarga Anda bisa saja berkomentar tentang kenapa gerakan anak Anda tidak selincah dan sebagus temannya. Komentar itu bisa menjadi bahan evaluasi dan membuat Anda lebih banyak memberikan permainan fisik untuk merangsang perkembangan motorik dan koordinasinya. Beberapa waktu ke depan, anak Anda nantinya juga bisa menari maupun bermain selincah dengan anak-anak lainnya.

3. Jangan Sampai Tergoda!
Tergoda dari apa ya ini? Nah, ketika Anda terus-menerus membandingkan anak Anda dengan anak lain bisa membuat Anda secara tidak sengaja mendorong si kecil untuk mencapai sesuatu lebih dari bakat dan kemampuannya. Dalam kondisi frustasi, Anda bisa memaksanya secara berlebihan, menciptakan harapan yang tidak dapat ia penuhi. Misalnya, memaksa anak Anda bisa membaca di usia empat tahun hanya karena sepupunya sudah bisa. Bukan salah anak Anda, jika sepupunya terus-menerus mencapai satu kemampuan lebih dulu dibanding dia. Permintaan yang tidak realistis akan membuat dia merasa buruk tentang dirinya sendiri dan kemampuannya.

 

Bagaimana? Ketiga tips itu cukup mudah dilakukan namun tetap membutuhkan kesabaran dan semangat yang ekstra.