Menuntun Putri Kecil Berjilbab

putri berjilbab

Jilbab merupakan sebuah bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Sebuah identitas yang menunjukkan bahwa seseorang adalah muslimah. Islam sebagai agama yang penuh cinta dan kasih mengajarkan kita untuk saling mencintai.  Dan sebuah bukti cinta Islam kepada kaum wanita adalah perintah untuk berjilbab. Apakah kita sebagai muslimah sudah menjemput cinta itu? Hijrah memang tidaklah semudah itu. Seseorang yang memang sejak kecil diajarkan orangtuanya untuk menutup aurat tentunya memiliki mentalitas yang berbeda dengan seseorang yang orangtuanya tidak pernah mengajarkannya untuk berjilbab. Jadi, sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk menuntun putrinya semenjak kecil dalam memulai belajar berjilbab. Orang tua bisa mengajarkan ajaran busana muslimah pada si kecil dengan cara membelikannya kaos anak muslim. Kaos anak muslim tersebut bisa diperoleh dengan mencari produsen kaos anak muslim yang tepat seperti ‘nuqtoh’.

Dengan mengajarkan putri kecil kita berjilbab semenjak dini, tentunya kita mengharapkan anak akan selalu menerapkannya sehingga timbul rasa cinta sang anak terhadap jilbabnya. Sehingga nantinya, mereka tidak lagi merasa asing dengan jilbabnya. Dengan demikian ketika ia dewasa kelak, diharapkan bisa menjadi salah satu bagian dari kaum wanita-wanita beriman yang menjaga kehormatannya, sebagaimana firman Allah berikut :

“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman : ’Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.’ ” (Qs. An-Nuur:31).

Sebagaimana firman Allah di atas, Allah tidak semata-mata menurunkan perintah berjilbab tanpa ada hikmah dibaliknya. Jilbab berfungsi sebagai penutup keindahan diri kaum Hawa agar tidak dinikmati sembarang orang. Allah Sang Maha Mengetahui memberikan perintah berjilbab untuk menjaga kemuliaan seorang wanita di segala aspek kehidupan.

Sebagai orangtua tentunya menginginkan anaknya menjadi wanita shalihah yang seutuhnya dengan berjilbab. Akan tetapi, mungkin Bunda akan sedikit kebingungan dalam cara memperkenalkan jilbab untuk pertama kalinya kepada putri kecil Bunda. Beberapa kendala seperti perasaan anak yang menganggap jilbab itu ribet, bikin panas, kondisi beberapa teman yang tidak berjilbab dan hal-hal lain dapat membuat anak malas berjilbab. Semua permasalahan itu tentunya akan semakin bertambah jika kita semakin mencarinya. Kendala memang selalu menjadi pelengkap wajib dalam seseorang yang ingin mengajarkan kebaikan. Akan tetapi semua itu bergantung pada pribadi masing-masing. apakah kita akan berhenti dan terus menerus berpikir atau maju menghadapinya. Jadi jangan pernah menyerah ya Bunda..

Beberapa tips berikut ini bisa membantu Bunda dalam memperkenalkan jilbab kepada putri kecil Bunda :

  1. Ajarkan niat yang benar dalam berjilbab

Setiap perbuatan selalu diawali dengan niat. Luruskan niat bahwa putri Bunda sekalian berjilbab karena Allah SWT. Jangan sampai putri Bunda berpikir bahwa berjilbab hanya untuk dipandang baik oleh orang lain. Karena niat yang tidak benar tidak akan menghasilkan manfaat yang baik tentunya.

  1. Perkenalkan pakaian muslimah

Pilihlah busana muslim dengan model yang disukai putri Bunda. Tidak perlu yang terlalu berlebihan, busana yang sederhana tapi menarik akan menjadi pilihan yang terbaik. Tentunya hal ini bertujuan agar anak senang dalam berbusana muslimah dan berjilbab semenjak dini dalam kesehariannya. Pilihkanlah pakaian muslim dengan bahan yang nyaman sehingga anak tetap bisa menjalani aktivitasnya dengan nyaman. Pilihlah kaos anak muslim yang nyaman bagi anak.

  1. Ajak anak memahami Al-Qur’an

Al-Qur’an selalu menjadi sumber ilmu dari segala ilmu. Bentuklah putri Bunda menjadi pribadi muslimah yang taat pada setiap perintah Allah SWT, sebagaimana telah dituliskan pada ayat-ayat Al-Qur’an. Begitu banyak kisah yang bisa diambil hikmahnya. Kebiasaan membaca Al-Qur’an akan menjadikan kita senantiasa mengingat Allah SWT.

  1. Berikan waktu putri Bunda untuk berteman dengan teman-teman yang berjilbab

Pepatah kuno mengatakan bahwa kepribadian seseorang tercermin dari lingkungannya. Begitu pula dengan agama. Perbanyak teman-teman putri Bunda dengan teman-teman yang shalihah. Dalam berteman, putri Bunda akan cenderung mempunyai cara belajar, bersikap, berpakaian sebagaimana teman-teman bermainnya. Carikanlah teman-teman yang bisa menjadikannya lebih dekat dengan tuhannya, Allah SWT.

Bagaimana Bunda? Sudahkah putri kecil Bunda berjilbab?