Kenapa Anak Harus Belajar Puasa?

Belajar Puasa

Keluarga yang barokah akan mewariskan tradisi-tradisi sesuai ajaran agama yang dianut tiap anggota keluarga. Bagi keluarga dengan agama Islam di dalamnya, tentunya akan mendidik anak-anaknya untuk menuju surga. Salah satu tradisi keluarga yang umum dilakukan adalah melatih anak-anak yang belum baligh untuk belajar berpuasa.

“Kenapa anak harus belajar puasa ?”

Beberapa dari kita sebagai orangtua mungkin berpikiran bahwa anak kita masih kecil dan belum berkewajiban untuk berpuasa, jika dipaksakan nanti takut anaknya tidak kuat dan sakit, dan juga anak-anak sulit diajak puasa. Tapi tahukah Bunda kalau belajar itu perlu? Kita sebagai manusia bisa berjalan tentunya juga melalui tahap awal dalam belajar berjalan. Dimulai dengan belajar merangkak, berdiri, hingga melangkah selangkah demi langkah hingga akhirnya bisa berjalan dengan lancar. Begitu pula dengan berpuasa. Ajarkan makna puasa pada anak sedikit demi sedikit. Jangan sampai anak Bunda berpikir bahwa puasa hanyalah menahan lapar seharian. Bisa-bisa mereka akan menghindari puasa. Berikan pemahaman yang tepat mengenai makna puasa bahwa puasa tidak hanya menahan lapar, tetapi juga puasa mengajarkan untuk melakukan kebaikan-kebaikan lainnya seperti jujur dalam berpuasa dan sabar menahan lapar dan haus.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa mengajarkan puasa kepada anak tidaklah semudah yang dibayangkan. Kendala-kendala seperti sulitnya anak bangun untuk sahur, anak merengek karena lapar dan haus, sampai malas untuk melakukan aktivitas lain dengan alasan berpuasa pasti akan menjadi hambatan tersendiri bagi orangtua. Meskipun begitu jangan pernah menyerah Bunda, berikut ini ada beberapa cara yang bisa Bunda coba untuk membantu anak belajar berpuasa :

  1. Beri pemahaman makna berpuasa

Berikan pemahaman sederhana yang membuat mereka sadar untuk berpuasa tanpa adanya unsur paksaan. Beritahu pada anak jika kita berpuasa agar bisa tahu rasanya orang-orang yang tidak bisa makan dan minum 3 kali sehari selayaknya yang biasa kita lakukan sehari-hari.

  1. Jangan memaksa

Ingatlah Bunda, jangan pernah memaksa Si Kecil. Jangan sampai si kecil merasa terpaksa dalam berpuasa. Sebaiknya kita lebih fokus pada kesiapan anak, bukan menuntut hasil yang harus diraihnya selama belajar berpuasa. Yang terpenting mereka paham bahwa ketika mereka dewasa nanti, puasa merupakan kewajiban baginya.

  1. Jadilah teladan untuk anak

Tidak dipungkiri jika anak belajar dengan cara melihat dan mencontoh sekelilingnya. Disini orangtua memegang peran sebagai teladan anaknya. Bukankan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Bila bunda ingin anak Bunda belajar berpuasa, praktikkan hal-hal yang Bunda ajarkan kepada anak.

  1. Mulai dengan puasa beduk

Beberapa anak akan sangat mungkin merasa sulit ketika harus membayangkan menahan lapar dan haus seharian, apalagi jika masih pengalaman pertama dalam belajar berpuasa. Berikanlah sedikit kelonggaran kepada anak dengan ‘puasa beduk’, yaitu puasa setengah hari. Setelah berbuka di siang hari, usahakan anak kembali berpuasa untuk ikut kembali berbuka bersama saat maghrib tiba. Suasana buka bersama ketika maghrib ini tentunya akan memberikan suasana Ramadhan yang menyenangkan bagi anak.

  1. Ciptakan suasana yang menyenangkan

Libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan selama berpuasa. Bunda dapat memulai dengan suasana sahur yang menyenangkan dan penuh syukur, sampai mempersiapkan makanan favorit saat berbuka puasa nantinya. Tunjukkan pada anak bahwa Ayah dan Bunda tetap semangat walaupun telah seharian beraktivitas, sehingga anak juga akan ikut semangat dalam berpuasa.

  1. Apresiasi pencapaian anak

Kemungkinan besar anak tidak akan bisa berhasil puasa penuh di awal dia belajar. Apapun pencapaian anak, berikan apresiasi. Hargai setiap usaha anak. Ketika anak bisa berpuasa lebih lama di hari-hari berikutnya, jangan lupa berikan apresiasi di setiap kemajuannya.

Dengan beberapa tips di atas, semoga anak bisa terbiasa dengan suasana Ramadhan disekitar mereka. Semangat mengajari Bunda …