Penanganan Autisme

penanganan-autisme

Sampai saat ini autisme masih menjadi sebuah momok bagi para orang tua yang anaknya mengidap autism. Autisme adalah suatu penyakit yang menyerang kebiasaan anak dalam perkembangannya yang disebabkan oleh beberapa faktot.

Beberapa faktor tersebut antara lain virus, jamur, perdarahan pada saat kehamilan, keracunan pada saat kehamilan, zat makanan yang tidak sehat, gangguan psikologis ibu ketika hamil, dan beberaapa ulama juga memandangnya dari sudut pandang Islam sebagai akibat dari ketidakhalalan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai gejala anak autis. Nah, pada artikel kali ini kita tak lagi membahas mengenai gejala, melainkan beberapa cara untuk menangani autism pada anak.

Setiap masalah pasti ada solusinya. Begitu pula dengan autism pada anak. Di bawah ini adalah beberapa cara penanganan autism pada anak:

  1. Terapi medikamentosa

Terapi ini hanya boleh dilakukan oleh dokter atau psikiater yang berupa pemberian obat-obatan yang bertujuan untuk menekan gejala hiperaktivitas, kejang, dan agresivitas yang berlebihan.

Anak penyandang autism cenderung asyik terhadap diri dan dunianya sendiri serta cenderung untuk tak memedulikan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya. Obat ini juga digunakan untuk memperbaiki respon seorang anak autis terhadap kondisi dari lingkungan di sekitarnya.

  1. Terapi wicara

Anak yang menyandang autism biasa mengalami gangguan berbicara dan berbahasa (berbeda dengan gangguan penderita berbicara saja). Hal ini karena autism juga mengganggu area berbahasa dalam otak, yaitu area Broadmann nomor 22 dan 44 (menyebabkan gangguan afasia sensorik dan afasia motoric).

Orang yang mengalami gangguan afasia saja masih sanggup berbicara, hanya saja ia kesulitan untuk merangkai kata menjadi bahasa yang benar dan dapat dimengerti oleh lawan bicara (gangguan afasia motoric).

Atau ia dapat berbicara, hanya saja ia tak bisa mengerti apa yang dikatakan olehh lawan biacara kepadanya (gangguan afasia sensorik). Afasia sensorik sering pula dianggap suatu kebodohan pada seorang anak.

Oleh karena itu terapi wicara merupakan suatu terapi yang harus dilakukan oleh anak penyandang autism agar ia dapat berkomunikasi dengan orang lain di sekitarnya.

  1. Terapi okupasi

Terapi ini memiliki fungsi untuk memperbaiki kekuatan dan kemampuaan motoric halus seorang anak penyandang autism dengan koordinasi dan keterampilan. Anak penyandang autism cenderung memiliki kemampuan motork kasar namun tidak memiliki atau kurang dalam hal kemampuan motoric yang halus.

Oleh karena itu, hal ini akan sangat diperlukan terutama untuk terapi otot halus seperti otot jari tangan guna melatih seorang anak penyandang autism untuk bisa menulis karena menulis adalah salah satu kemampuan dasar yang sangat penting bagi hidup seorang anak.

  1. Terapi perilaku

Terapi perilaku ini sangat penting untuk membantu para penyandang autism untuk bisa berbaur dengan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Maka peran aktif dari psikolog, orang tua, dan juga semua unsur keluarga untuk memosisikan penderita seperti anak normal lainnya yang tak diisolasi dari lingkungan di sekitarnya.

Mengisolasi seorang anak penyandang autism tidak akan meringankan beban dan malah hanya akan memperparah gejala yang dimilikinya.

  1. Pendidikan khusus

Jika anak anda menyandang autism, jangan masukkan dia ke sekolah umum. Anda tak boleh gengsi untuk memasukkannya ke sekolah luar biasa atau sekolah khusus penyandang autism. Sistem pendidikan dengan satu guru untuk satu murid adalah sistem pendidikan yang paling efektif untuk para anak penyandang autism.

Oleh karena para anak penyandang autism sulit untuk memfokuskan perhatian jika ia berada dalam suatu kelas yang besar. Dengan adanya perbaikan maka secara bertahap mereka dimasukkan ke dalam kelompok kecil sebelum mereka masuk ke kelas yang lebih besar atau kelas umum kelak.

Setiap masalah pasti ada solusinya, begitu pula dengan autism. Bila anak anda didiagnosis mengidap autism, hanya satu saran yang bisa saya berikan paada anda, yaaitu jangan pernah menyerah pada anak anda. Karena bagaimana pun anak adalah anugerah dari Tuhan yang dititipkan pada kita sebagai orang tua.