Apa sih Sebenarnya Bullying itu?

Apa sih Sebenarnya Bullying

Bullying adalah suatu tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan, ancaman atau paksaan.  Ada berbagai macam jenis bullying. Bullying bisa menyakiti dalam bentuk fisik dan verbal. Dalam bentuk fisik contohnya seperti memukul, mendorong dan sebagainya. Sedangkan dalam bentuk verbal contohnya seperti menghina, membentak, mengancam dan menggunakan kata-kata kasar.

 

Bullying yang ada di lingkunya sosial contohnya seperti mengucilkan, dan mengabaikan orang. Contoh bullying yang paling sering ditemui disekitar kita adalah kakak kelas melabrak adik kelas karena dinilai bertingkah. Masa orientasi siswa yang berakhir buruk karena si kakak kelas berlebihan mengerjai para siswa baru, bisa karena tidak suka, tapi lebih sering karena ajang balas dendam karena dulu diperlakukan seperti itu juga. Teman sekelas yang dianggap aneh dikucilkan, dan tidak ada yang mau berteman dengannya.

 

Bahkan di jaman yang serba teknologi ini bullying pun tetap bisa terjadi yaitu bisa dengan melalui gadget dan ataupun media sosial yang sering disebut dengan Cyberbullying. Cyberbullying  adalah saat seseorang dihina-hina, diteror di media sosial, atau melalui SMS, email dan telepon. Misalnya saja ketika ada seseorang di media sosial mengunggah foto dirinya yang tidak fashionable, maka cyberbullying itu bisa terjadi karena teman-temannya tidak suka dengan gaya fashion dia. Bisa dengan memberikan komentar negatif pada postingan foto yang diunggah itu.

 

Kenapa seseorang melakukan bullying?

Para pelaku bully atau biasa disebut pembully mendapatkan kepuasan tersendiri ketika menindas orang lain. Ia merasa lebih kuat, lebih berkuasa karena ada orang yang takut pada dirinya. Bisa jadi ia berpikiran, ia akan mendapat popularitas disekolah karena ditakuti oleh siswa lainnya. Padahal sesungguhnya para pembully ini akan dibenci oleh orang-orang yang tidak setuju dengan tindakannya. Namun kebanyakan hanya bisa berdiam diri karena pembully itu seolah-olah mempunyai daerah kekuasaan tersendiri.

 

Alasan lainnya kenapa mereka menindas adalah karena mereka iri pada kelebihan target bullyingmereka. Misalnya saja mereka merasa terancam dengan kehadiran seseorang yang lebih cantik atau lebih pintar dari mereka. Atau bisa juga pembully itu sebenarnya memiliki masalah yang membuat mereka menyalurkan amarah kepada orang lain dengan cara menindas. Mereka tidak tahu apa dampak perbuatan bullyingnya terhadap para korban mereka. Sehingga mereka tidak merasa bersalah atas perbuatannya. Mereka merasa hal itu wajar-wajar saja terjadi.

 

Mengapa kita menjadi korban bullying?

Salah satu dari kita bisa jadi pernah menjadi korban bullying. Orang yang biasanya dijadikan target penindasan adalah orang yang memiliki perbedaan mencolok dibanding yang lain. Lebih tepatnya yang dirasa lebih rendah daripada pembully. Perbedaan ini bisa jadi dari fisik, agama, rasnya, bahkan gaya berpakaian, dan perilaku seseorang. Contoh yang paling sering ditemui ketika di lingkungan sekolah adalah kakak kelas tidak suka dengan adik kelas yang ‘bertingkah’ karena mencolok secara fisik, gaya berpakaian, dan perilaku sehingga akan dilabrak habis-habisan. Hal ini dapat menyebabkan para adik kelas merasa takut berkeliaran, dan bertindak disekitar sekolah.

 

Dampak dari bullying

Dampak dari bullying adalah membuat para korban merasa benci terhadap dirinya sendiri, mereka merasakan ketakutan menghadapi dunia luar sehingga mereka mengurung diri dirumah, mereka juga akan merasa depresi,dan stress yang mempengaruhi kesehatan mereka. Bisa juga menjadi trauma. Dan yang paling parah adalah mereka memutuskan untuk bunuh diri karena tidak tahan lagi. Banyak kasus bunuh diri karena ternyata dia adalah korban bullying.

 

Dampak bullying ternyata juga dapat menjangkit para pembully itu sendiri, terlebih dampak dari perilakunya. Menurut survey , sebagian besar dari orang yang dulunya pembully dimasa sekolah kemungkinan akan melakukan tindakan kriminal saat dewasa. Mereka juga akan kesulitan menjalin hubungan pertemanan dengan teman sekolahnya. Begitu mereka dewasa nanti mereka juga akan sulit beradaptasi dengan teman-teman kerjanya karena ia terbiasa mengontrol orang lain.