4 Tips Agar Anak Terus Berbuat Baik, Sholeh/Ha Dengan Cara Islami

Anakku Surgaku

Bukankah memiliki putra putri yang shalih dan shalihah merupakan dambaan bagi setiap orang tua muslim? Jika kita memperhatikan realita di sekeliling kita, bedasarkan ajaran agama, orang tua yang shalih akan melahirkan anak-anak yang shalih, akan tetapi setiap anak shalih tidak harus terlahir dari orang tua yang shalih. Jadi jika kita berkeinginan memiliki anak-anak yang shalih, peluang akan semakin terbuka lebar jika kita sebagai orang tua termasuk golongan orang-orang shalih.

Tidak dapat dipungkiri jika kewajiban utama kita sebagai orang tua adalah memberikan pendidikan agama semaksimal mungkin kepada anak-anak kita. Sehingga diharapkan anak kita kelak akan termasuk golongan anak-anak shalih. Anak shalih sendiri merupakan anak yang tekun, taat beribadah kepada Allah, taat kepada Rasulullah dan taat kepada orang tua. Anak shalih adalah suatu bentuk amal jariyah bagi kedua orang tuanya. Hal ini dikarenakan doa anak shalih akan mengangkat nama dan derajat orang tuanya baik di dunia maupun di akhirat.

Sebagai orang tua pernahkah kita membayangkan anak-anak kita kelak akan menyelamatkan kita dari kejamnya siksa api neraka? Atau mungkin malah menjadikan kita penghuni surga? Saya yakin sebagai orang tua akan begitu bersyukur memiliki putra putri yang shalih dan shalihah yang siap menjadi penolong bagi orang tua mereka di akhirat kelak. Oleh karena itu, tiada jalan lain agar anak-anak kita bisa menjadi penolong kita kelak diakhirat untuk mencapai surga Allah SWT kecuali kita, sebagai orang tua mendidik anak-anak kita semenjak kecil untuk memperdalam ilmu agama dan mengamalkannya.

Doa anak yang shalih begitu mustajab, mungkin karena hatinya yang masih begitu bersih, belum, bahkan mungkin tidak memiliki dosa. Apalagi anak shalih yang rajin shalat di awal waktu, rajin ke masjid, membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya, bersedekah, senantiasa melaksanakan shalat-shalat sunnah. Doa-doa anak shalih ini akan menjadi amalan-amalan yang tiada terputus bagi kedua orang tuanya yang telah meninggal.

Bagaaimana cara kita mendidik anak-anak kita menjadi anak-anak yang shalih yang akan mengantarkan kita sebagai orang tua menuju surga Allah SWT? Didiklah anak-anak kita dengan cara-cara Islami, seperti beberapa tips berikut :

  1. Didiklah anak kita untuk senantiasa mencintai Allah SWT

Asas dari agama Islam ialah mengenal Allah SWT. Kita perlu memberitahu anak-anak kita bahwa sebagai muslim yang telah mengucapkan kalimat syahadat, maka mereka telah menjadikan diri mereka beriman kepada Allah SWT. Sehingga dengan demikian, mereka wajib menaati segala perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.

  1. Bekalkan ilmu agama kepada anak

Menuntut ilmu merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim. Tanggung jawab dasar dalam mengajari anak sebenarnya terletak pada kita sebagai orang tua. Akan tetapi jika kita merasa tidak mampu, kita bisa mencari guru untuk anak-anak kita. Guru ini diharapkan dapat mengajari ilmu-ilmu tentang agama seperti ilmu Al-Qur’an, ibadah, aqidah, adab-adab, halal dan haram dan masih banyak lagi.

  1. Berikan anak lingkungan pergaulan yang islami

Lingkungan merupakan tempat anak berkembang. Tidak heran jika lingkungan selalu menjadi bagian penting bagi pembentukan karakter seorang anak. Sebagai orang tua mulailah dengan menghidupkan suasana islamiyah dalam rumah. Beberapa hal yang bisa dilakukan seperti membaca Al-Qur’an bersama-sama, mengerjakan shalat-shalat sunnah dan melaksanakan adab-adab Islam di rumah. Selain lingkungan dalam rumah, sebagai orang tua hendaknya memberikan lingkungan pergaulan luar rumah yang mengandung unsur-unsur islamiyah, seperti mengikutsertakan anak kita dalam Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) semenjak dini.

  1. Berikan teladan, bukan sekadar perintah egois

Jadilah orang tua yang menjadi teladan bagi anak-anaknya. Jangan hanya sekadar menyuruh anak-anak kita untuk shalat ataupun belajar mengaji sementara kita tidak melakukannya. Jangan hanya menyuruh anak untuk pergi ke masjid, akan tetapi tunjukkan kepada anak bahwa orang tuanya juga rajin pergi ke masjid.

Bagaimana Ayah Bunda ? Sudahkah menemukan surga kalian ?