Membiasakan Anak Shalat Sejak Dini

anak shalat sejak dini

Kenapa anak perlu belajar shalat semenjak dini? Bukankah sebelum melakukan sesuatu yang tidak kita pahami diperlukan belajar? Begitu pula dengan anak. Kita tidak bisa begitu saja menyuruhnya untuk shalat tanpa mengajarinya dasar-dasar shalat terlebih dahulu.

Mengajak anak belajar shalat itu mudah atau sulit? Bukankah pada dasarnya anak adalah peniru ulung kedua orang tuanya? Maka jawabannya mudah. Jika kita ingin anak-anak kita rajin shalat, maka terlebih dahulu kita harus mengkoreksi, sebagai orang tua mereka apakah kita sudah rajin shalat?

Secara Islami, agar menjadi Muslim yang shalih, sudah seharusnya kita sebagai orang tua mengajarkan anak-anak kita shalat semenjak usia 7 tahun. Tapi mungkin sebagian dari kita akan berpikir bahwa terlalu sulit untuk mengajari anak usia 7 tahun untuk diam dalam waktu yang lama. Karena sudah sewajarnya jika anak dengan usia tersebut masih tidak bisa diam. Disinilah sebagai orang tua sudah seharusnya sabar dan tidak mudah menyerah. Kita juga harus sadar bahwa ini adalah suatu proses belajar. Belajar bagi anak tidaklah mesti menjadi hal yang terlalu serius, terkadang masih ada mainnya. Anggap saja bermain sambil belajar. Yang terpenting setiap tahapnya diberikan pemahaman yang baik sehingga nantinya anak akan tahu bahwa shalat merupakan kewajiban yang harus dilakukan sengan serius.

Shalat adalah tiang agama. Shalat adalah media untuk membangun hubungan erat dengan Sang Pencipta Allah SWT. Shalat merupakan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Dan masih begitu banyak keutamaan-keutamaan dari shalat. Dengan mengetahui betapa pentingnya kedudukan shalat dalam Islam, sudah sewajibnya kita membiasakan anak-anak kita shalat sebagai tujuan dalam pendidikan keimanan anak-anak. Masa anak-anak merupakan masa persiapan, pelatihan dan pembiasaan sampai tiba ketika mereka baligh dimana mereka telah dibebani kewajiban-kewajibannya. Sehingga jika mereka sudah terbiasa shalat semenjak kecil, tentunya akan mudah bagi mereka untuk menunaikan kewajiban-kewajiban agama mereka ketika menginjak masa baligh.

Bagaimana cara kita sebagai orang tua untuk membiasakan putra-putri kita untuk shalat semenjak dini? Berikut ini beberapa tips yang bisa Ayah dan Bunda terapkan :

  1. Ingatkan anak tujuan shalat

Shalat merupakan sarana dalam berkomunikasi dengan Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Thaha 20:14 yang bunyinya :

“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku, dan dirikanlah shalat, untuk mengingat Aku.”

Bantu anak dalam melakukan refleksi atas shalatnya, sudahkah ia mengingat Allah selama shalat. Jika ia masih belum bisa mengingat Allah dalam shalatnya, berilah evaluasi-evaluasi dengan memancing ide anak kira-kira apa yang ia bisa lakukan untuk lebih mengingat Allah di setiap shalatnya.

  1. Ajarkanlah secara bertahap

Mengajarkan anak bacaan shalat tidak harus hanya ketika shalat saja, tapi bisa kapan saja dan di mana saja ketika ada waktu luang walau sebentar. Mulailah dengan bacaan-bacaan pendek seperti Al-Fatihah. Dalam mengajarkan bacaan haruslah diulang terus-menerus. Suruhlah anak membaca bacaan shalat dengan keras ketika shalat sehingga kita bisa mendengarnya dan mengoreksinya.

  1. Berikanlah teladan

Sudah menjadi sifat dasar seorang anak untuk bercermin kepada orang tuanya. Tidak bisa dibayangkan sulitnya menyuruh anak shalat sementara kita sendiri lalai melaksanakannya. Keteladanan yang baik akan memberikan kesan positif bagi anak. Berikanlah keteladanan dengan shalat di awal waktu dan usahakan melaksanakan shalat berjamaah di rumah.

  1. Tidak memaksa tapi tegas

Tegas dalam mendidik anak memang perlu, tapi jangan melakukan pemaksaan dalam melatih anak semenjak dini dalam melakukan shalat. Ingatlah jika ini adalah proses belajar. Pengalaman dan pelatihan akan berpengaruh dalam mencapai kematangan. Pemaksaan sebelum mencapai kematangan hanya akan memberikan hasil yang tidak optimal.

Tidak ada pemberian orang tua kepada anak yang lebih utama daripada pendidikan yang baik. Jadi bagaimana Ayah Bunda? Sudahkah mendidik anak-anak kalian untuk shalat semenjak dini?