Mencegah Anak Ngompol

anak-ngompol

Mengompol adalah suatu problematika yang pernah dialami setiap orang tua. Mengompol memang adalah hal yang wajar terjadi pada usia anak-anak. Akan tetapi, kecenderungan mengompol tersebut cepat atau lambat harus dihentikan. Pada usia memasuki sekolah dasar, hendaknya anak sudah tidak lagi memiliki kebiasaan ngompol.

Apabila anak masih juga mengompol di usia sekolah dasar, anda sebagai orang tua harus bisa mengatasinya. Pada usia sekolah dasar semestinya anak sudah bisa mengontrol keinginannya untuk buang air kecil. Apabila sudah memaasuki usia sekolah dasar, ngompol bukan suatu hal yang dianggap wajar lagi. Justru ngompol akan membawa dampak buruk bagi anak.

Pada usia sekolah dasar, anak sudah memiliki banyak teman dari berbagai latar belakang keluarga. Mereka sudah mulai belajar pergaulan yang lebih luas lagi. Bila ada teman dari anak yang mengetahui kebiasaan ngompol tersebut, tentu anak akan merasa malu. Rasa malu ini akan membuatnya tidak percaya diri. Rasa tidak percaya ini yang lantas akan mengganggu prestasinya di sekolah.

Tentu tak ada orang tua yang menginginkan hal ini terjadi pada anak mereka. Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua? Simak dengan saksama uraian berikut ini:

  1. Mendisiplinkan anak sebelum tidur

Disiplinkan anak dengan memberinya jadwal yang jelas. Yaitu satu jam sebelum tidur ia bisa minum sebanyak-banyaknya. Lalu setelah satu jam berlalu, yaitu tepat sebelum tidur, jadwalkan anak untuk sikat gigi dan buang air kecil. Jika anak lupa, kita yang bertugas mengingatkan. Jadwal tersebut akan mencegah anak merasa ingin kencing di malam hari.

  1. Membiasakan anak untuk bangun

Ajarkan anak untuk tidak malas bangun di tengah malam jika mereka merasa ingin buang air kecil. Jika anak susah untuk terbangun di tengah malam, anda bisa memasangkannya alarm untuk membantu anak bangun di malam hari. Jika anak takut untuk pergi ke kamar kecil, anda bisa menemaninya.

Atau jika anda ingin membiasakan agar anak berani ke kamar kecil sendirian di tengah malam, anda bisa memberi penerangan yang terang pada jalan keluar menuju ke kamar kecil. Dengan begitu anak tidak akan merasa ketakutan lagi.

  1. Ajari anak bertanggung jawab

Anak kecil pun mesti mulai diajarkan untuk bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. bila anak mengompol, ajak dia dan anda secara bersama untuk mengganti baju dan sprei di kasur anak. Jangan hanya anda yang melakukannya, libatkan juga anak. Agar mereka mengerti kesulitan yang harus dihadapi akibat kesalahannya. Dengan begitu anak akan berlatih untuk lebih berhati-hati lagi agar tak mengompol lagi.

Memang bila dilakukan bersama anak, pekerjaan bisa selesai lebih lama. Namun bukaankah esensi dari kegiatan ini adalah hanya untuk mendidik anak agar ia menjadi pribadi yang bertanggung jawab?

  1. Jangan memarahi anak

Bila anak mengompol, jangan serta-merta memarahinya. Hal itu akan membuat anak malu, merasa tidak percaya diri, dan takut. Bukan begitu cara yang tepat untuk mendidik anak. Sebaliknya, berilah ia kata-kata yang halus yang sekadar menegur atau mengingatkan. Berilah pula motivasi agar anak terdorong untuk tidak mengompol lagi. Katakan bahwa anda akan ikut membantunya untuk menghentikan kebiasaan mengompol tersebut.

Cara seperti ini tidak berbahaya bagi jiwa anak dan juga ternyata terbukti lebih efektif untuk mencegah anak mengompol lagi.

Kebiasaan mengompol bukanlah kebiasaan yang berlangsung selamanya memang. Akan tetapi, kebiasaan itu juga tak akan dapat dihentikan bila kita sebagai orang tua tidak mulai melatih anak untuk menghentikan kebiasaan mengompol tersebut. Oleh karena itu kita sebagai orang tua tak boleh acuh dan harus aktif dalam mendidik dan melatih anak kita.

Semoga artikel kali ini bisa bermanfaat bagi kita semua dalam mencegah anak agar ia tidak mengompol lagi.