Mengapa Anak Mengompol?

anak-mengompol

Sebagai orang tua, kita pasti sudah tak asing lagi dengaan yang namanya mendapati anak kita mengompol. Mengompol adalah hal yang wajar terjadi padda anak kecil. Akan tetapi bila terus dibiarkan, meski awalnya itu adalah sesuatu yang wajar, tetap saja akan menjadi tidak baik. Anak akan tidak dapat melatih dan mendisiplinkan dirinya sendiri. Padahal sejak dini anak harus mulai belajar akan arti dari sebuah kedisiplinan.

Bila hingga memasuki usia sekolah dsar dan anak anda masih sering ngompol, anda patut mempertanyakan kondisi anak anda tersebut. Anak yang sudah berada pada usia sekolah dasar tak selayaknya masih saja mengompol. Ini bisa jadi karena adanya kelainan baik kelainan fisik atau mental pada anak. Oleh karena itu anda tak boleh meremehkan dan anda harus berperan aktif dalam menghentikan kebiasaan anak ngompol tersebut.

Akan tetapi sebelum kita mempelajari cara untuk mengehentikan kebiasaan ngompol pada anak tersebut, ada baiknya jika kita terlebih dahulu mengetahui penyebabnya. Mengapa anak sampai mengompol? Simak uraian berikut ini dengan saksama.

Sebenarnya kondisi anak ngompol bisa disebabkan karena dua hal yaitu pengaruh fisik dan pengaruh psikis.

  • Pengaruh fisik

Kondisi fisik yang memengaruhi kebiasaan anak mengompol adalah sebagai berikut:

  1. Kondisi kandung kemih

Pada anak kecil, masih ada beberapa organ yang belum matang, yaitu belum berkembang dengan sempurna. Termasuk kandung kemih anak yang masih memerlukan perkembangan. Hal ini menyebabkan tubuh tak dapat menampung urin dengan jumlah anak sehingga anak tak bisa menahan perasaan ingin buang air kecil.

  1. Tidak bisa bangun malam

Mungkin anak kelelahan atau sudah terbiasa tidur terlalu lelap. Hal ini menyebabkan ia susah terbangun di malam hari. Kondisi ini sebenarnya bisa diatasi dengan lebih mendisiplinkan anak untuk bangun di malam hari.

  1. Riwayat

Apakah ada riwayat keluarga yang sering mengompol juga? Jika iya, maka bisa jadi itu adalah faktor genetic. Coba telusuri silsilah keluarga anda dan pasangan anda terlebih dahulu.

  • Pengaruh psikis

Kondisi psikis atau kejiwaan yang memengaruhi kebiasaan anak mengompol adalah sebagai berikut:

  1. Anak labil

Mungkin saja anak ngompol karena kondisi jiwa yang labil. Biasakan anak agar selalu terbuka pada orang tua. Telusuri pula apakah ada masalah keluarga atau riwayat keluarga dengan kondisi kejiwaan yang labil.

  1. Kurang perhatian

Anak yang kurang perhatian dari orang tuanya cenderung lebih sering ngompol daripada anak yang cukup perhatian. Mungkin anda termasuk orang tua yang jarang berkomunikasi dengan anak? Bisa jadi itu masalahnya.

  1. Ketegangan

Anak yang memiliki ketegangan berlebih juga cenderung untuk sering ngompol. Ketegangan ini bisa timbul akibat hukuman dan paksaan yang terlampau menekannya dari pihak di sekitar anak, termasuk anda sebagai orang tua.

  1. Rasa takut

Perasaan takut, kegoncangan, dan juga perasaan hilang kepercayaan atas dirinya dan oraang lain di sekitarnya juga dapat memicu anak untuk sering ngompol. Coba perhatikan lagi, barangkali ada suatu peristiwa yang membuat anak meenjadi trauma dan kehilangan kepercayaan terhadap orang di sekitarnya. Coba temani anak anda untuk tidur di kamar tidurnya.

  1. Rasa cemburu

Rasa cemburu atau iri dengki terhadap orang di sekitarnya, termasuk saudarnya sendiri, bisa memicu anak untuk sering ngompol. Mungkin anda sebagai orang tua pernah berperilaku tidak adil. Atau mungkin saudaranya memperlakukan dia dengan buruk. Cobalah untuk mencari tahu mengenai hal ini lebih lanjut.

Berbagai kemungkinan penyebab di atas perlu anda perhatikan untuk menarik akar dari permasalahan anak sering mengompol tersebut. Dengan mengetahui penyebabnya, anda bisa dengan mudah pula memberi penanganan dan pendidikan yang tepat bagi anak anda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan semoga anak anda bisa segera berhenti dari kebiasaan mengompolnya.