Karakter Anak Gemar Berinfaq

anak infaq

“Jika ingin memiliki anak yang jujur, jadilah orangtua yang jujur. Jika ingin memiliki anak yang gemar berinfaq, jadilah orangtua yang gemar berinfaq”.

Kalimat diatas tentunya tidak asing ditelinga kita. Bukankah anak adalah peniru sejati ? Buah tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya. Hal inilah yang seringkali dikaitkan dengan tidak sedikitnya anak yang seringkali berkelahi dan memiliki sifat pemarah karena selalu melihat kedua orangtuanya bertengkar di dalam rumah. Di sinilah peran orangtua selain sebagai pendidik utama bagi anak juga sebagai teladan bagi anak-anaknya. Jadilah orangtua dengan kebiasaan dan teladan yang baik, sehingga bisa menjadi bekal sang buah hati dalam menjalani kehidupannya. Salah satu contoh keteladanan yang baik adalah dengan mengajarkan berinfaq semenjak kecil.

Infaq merupakan pemberian dari seorang muslim yang dilakukan secara ikhlas tanpa adanya batasan bentuk, jumlah dan waktu.  Berinfaq merupakan salah satu sarana beribadah. Di lain sisi, berinfaq akan melatih rasa empati anak kepada sekitarnya. Dengan berinfaq, diharapkan anak akan menempatkan diri seolah-olah merasakan apa yang orang lain alami dan rasakan. Anak-anak yang mengembangkan perasaan empati dalam diri mereka merupakan gambaran anak-anak beriman yang saling mencintai dan mengasihi diantara sesama mereka. Memiliki anak-anak yang shalih dan shalihah dengan gemar berinfaq tentunya akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orangtua muslim. Dengan anak gemar berinfaq, tentunya akan menciptakan karakter anak untuk hidup berhemat dan juga menimbulkan karakter seorang dermawan.

Ayah dan Bunda, dalam mengajarkan buah hati berinfaq tidak perlu banyak-banyak, sedikit tapi istiqomah akan lebih baik daripada banyak tapi ada maksud tersembunyi. Tapi tentunya akan jauh lebih baik jika banyak dan juga istiqomah.

“Usia berapa anak seharusnya mulai diajarkan konsep berinfaq ?”

Pada praktiknya berinfaq ini adalah penerapan dari konsep empati. Sebagai orangtua, mulai ajarilah anak-anak anda konsep berempati ini ketika mereka mulai mampu berkomunikasi dan melakukan interaksi dengan orang lain. Usia yang pas adalah usia 2 tahun. Mulailah dengan hal-hal sederhana, seperti untuk menawarkan makanan kepada temannya ketika ia sedang makan di samping temannya. Dengan demikian anak akan terbiasa dengan sikap berbagi dan perasaan peduli kepada orang-orang di sekitarnya.

Jika Ayah dan Bunda masih bingung dalam menciptakan karakter anak yang gemar berinfaq semenjak dini, berikut ini tips-tips yang bisa Ayah dan Bunda terapkan :

  1. Ajarkan berinfaq dengan cara yang disukai anak

Kita bisa menyiapkan kotak infaq di dalam rumah dengan model-model lucu yang disukai anak disertai corak warna-warni dan tulisan-tulisan penambah semangat berinfaq. Secara tidak langsung anak akan merasa bersemangat dalam menyisihkan uangnya untuk berinfaq.

  1. Beri pemahaman kebaikan bersedekah

Berilah penjelasan kepada anak pesan baik dari berinfaq. Bahwa berinfaq merupakan cara untuk berbagi kebahagiaan. Ketika kita bisa meringankan beban orang lain dan orang tersebut bahagia, tentunya kita juga akan merasakan kebahagiaannnya. Sehingga anak akan paham bahwa berinfaq akan mendatangkan kebahagiaan tidak hanya bagi orang lain melainkan juga bagi diri mereka sendiri.

  1. Ajak anak turut merasakan penderitaan orang lain

Sesekali ajak anak-anak Ayah dan Bunda mengunjungi tempat-tempat berkumpulnya orang-orang yang tidak seberuntung mereka. Dengan begitu mereka akan melihat sisi lain dari dunia. berilah sedikit penjelasan mengapa ada pengemis, pemulung, pengais makanan-makanan dari sampah dan beberapa orang yang tidak bisa makan 3 kali sehari layaknya mereka. Sentuhlah hati mereka dengan mensyukuri setiap santapannya. Berikan pemahaman bahwa ada begitu banyak anak lain di pinggir jalan yang tidak bisa bersantap dengan enak, diharapkan anak akan terdorong untuk menyisihkan uangnya untuk mereka yang kurang beruntung.

Bagaimana Ayah Bunda ? Sudahkah kalian mengajarkan buah hati kalian arti dari berinfaq yang sesungguhnya ?