Mengajarkan Anak Bersyukur

tips-mengenalkan-anak-pada-alam

Anak adaalah anugerah terindah yang diberikan oleh Allah SWT pada kita sebagai orang tua. Kehadiran anak itu sendiri sudah sewajarnya membuat kita bersyukur tiada henti pada Sang Pencipta. Meski senakal apa pun anak kita, meski sebandel apa pun mereka. Kehadirannya menrupakan sebuah nikmat nyata dari Tuhan yang mungkin bisa kita ingkari.

Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Salah satu cara kita bersyukur pada Sang Pencipta adalah dengan turut mengajarkan esensi dari syukur itu pada anak. Ya, sedini apa pun, anak harus diajarkan untuk menjadi pribadi pandai bersyukur. Akan ada banyak manfaat bagi mereka bila seorang anak memiliki sifat pandai bersyukur.

Pertama, mereka tidak akan merasa tertekan dalam menjalani kehidupannya. Ini karena mereka tak terlalu berambisius pada suatu hal. Mengapa mereka bisa tak terlalu ambisius pada satu hal? Karena dengan sifat pandai bersyukur, anak akan merasa telah memiliki banyak hal. Ia akan menjadi pribadi yang pandai mengambil hikmah dari suatu masalah. Anak tak akan berlarut-larut menyesali suatu keadaan.

Kedua, anak akan lebih berhati-hati. Ia akan merasa bahwa ia memiliki banyak hal berharga dalam hidupnya. Dengan begitu anak akan belajar untuk hati-hati dan menjaga dengan sebaik mungkin nikmat yang telah mereka miliki. Misalnya nikmat berupa anggota tubuh. Mereka akan merawat tubuhnya dengan baik karena mereka sadar bahwa tubuh manusia adalah asset yang tak ternilai harganya bagi manusia.

Nah, bagaimana caranya mengajarkan anak agar ia bisa menjadi pribadi yang pandai bersyukur? Di bawah ini adalah beberapa cara yang dapat dipraktikkan oleh orang tua di rumah:

  1. Mengajak anak jalan-jalan

Ajaklah anak anda jalan-jalan. Namun bukan jalan-jalan dengan tujuan kesenangan. Ajaklah ia pergi ke tempat yang tak umum. Misalnya melihat pemandangan di bawah kolong jembatan, melihat keseharian orang yang hidup di bantaran sungai, dan sekali waktu ajak anak ke perkampungan kumuh. Anda juga bisa menjadwalkan untuk pergi bersama anak ke Yayasan Anak Penyandang Cacat, anda juga bisa sekaligus menanamkan nilai berbaagi pada anak. Dengan begitu anak akan merasa bahwa kehidupan yang mereka jalani sudah sangat baik.

  1. Mengajari anak ilmu biologi dasar

Ajarkan tentang tubuh manusia, bagaimana cara kerjanya, pengelompokan hewan dan tumbuhan, serta cara mereka beradaptasi. Makhluk hidup adalah salah satu bentuk nyata dari keagungan Sang Pencipta. Dengan memahami makhluk ciptaan Allah, anak juga akan belajar mencintai Sang Pencipta. Bila anak telah mencintai Sang Pencipta, maka tak mustahil bila anak akan menjadi pribadi yang pandai untuk bersyukur.

  1. Tidak memanjakan anak

Jangan pernah memanjakan anak, sesayang apa pun anda pada anak. Ajarkanlah anak untuk hidup sederhana. Berilah mereka pengertian bahwa hidup itu yang penting cukup, bukan berlebihan. Beri pula anak pemahaman untuk saling berbagi bila ia memiliki kelebihan. Hal ini akan membuat anak tak tumbuh menjadi pribadi yang serakah. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak terlalu bersifat keduniawian, namun tetap mengemban tugasnya di dunia dengan penuh tanggung jawab.

  1. Membuat ruang lingkup pergaulan yang luas

Jangan melarang anak anda untuk bergaul dengan siapa pun. Semakin luas ruang lingkup pergaulan seorang anak, semakin kaya pula wawasannya. Semakin kaya wawasan seorang anak, ia akan semakin banyak melihat nikmat dari Tuhan. Oleh karena itu jangan melarang anak bergaul dengan siapa pun, asal tetaap dengan pengawasan yang cukup dari orang tua untuk mencegah pengaruh negatif yang juga mungkin diterimanya dari pergaulan yang luas.

Anak yang pandai bersyukur adalah kebanggaan setiap orang tua. Bila anak kita pandai bersyukur, kita tentu akan semalin bersyukur lagi Allah SWT. Jadi apakah anda sudah mengajarkan anak anda untuk menjadi pribadi yang pandaai bersyukur?