Pentingnya Pengenalan Alam Semesta

alam-semesta

Anak adalah anugerah yang luar biasa yang dititipkan oleh Allah SWT kepada kita sebagai orang tua. Nah, sebagai orang tua yang baik, kita tentu memiliki satu keinginan yang sama, yaitu agar anak kita bisa mencintai Allah SWT dan segala ciptaan-Nya di dunia ini. Termasuk dalam ciptaan-Nya adalah alam semesta dan seisinya, manusia, hewan, dan tumbuhan.

Pengenalan alam terhadap anak sangat penting. Sebuah penelitian di Jepang membuktikan bahwa dengan mengenal alam, dapat menumbuhkan sifat-sifat berikut dalam diri anak:

  1. Pandai bersyukur

Dengan mengenal alam semesta lebih dekat, anak akan belajar mengagumi keagungan Sang Pencipta. Dengan mengenal lingkungan sekitarnya lebih dekat pula, anak akan belajar mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT padanya.

Anak akan mensyukuri nikmat melihat yang membuat mereka bis melihat keindahan alam. Anak akan mensyukuri nikmat mendengar yang membuatnya bisa mendengar kicauan burung yang merdu. Begitu pula anak akan mensyukuri berbagai nikmat lain yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka.

  1. Pandai bersosialisasi

Dekatkanlah anak dengan alam, maka mereka akan pandai bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya. Mengapa demikian? Karena pengenalan dengan alam akan mengajarkan mereka untuk berinteraksi dengan makhluk ciptaan-Nya sejak dini, seperti hewan dan tumbuhan.

  1. Terbuka

Anak yang lebih banyak melihat alam akan memiliki wawasan yang luas. Wawasan yang luas membuat anak tidaak mudah merasa sombong karena ia tahu di luar sana masih ada banyak hal yang lebih besar dari dirinya. Dengan begitu anak akan lebih terbuka dalam menerima kritik dan saran dari orang lain.

Di masa depan, sifat ini tentu akan sangat membantunya. Orang yang mau menerima kritik dan saran tentu akan tumbuh menjadi pribadi yang semakin baik dari hari ke hari. Sifat terbuka yang dimiliki anak juga akan membuatnya disenangi oleh teman-temannya.

  1. Mudah beradaptasi

Berinteraksi dengan alam semesta sejak dini membuat anak menjadi mudah beradaptasi. Alam semesta senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Dengan begitu anak pun akan terbiasa dengan yang namanya perubahan.

Dalam dunia ini juga tak lepas dari yang namanya perubahan. Perubahan dari lingkungan rumah ke lingkungan sekolah. Perubahan dari cara belajar di taman kanak-kanak ke cara belajar di sekolah dasar. Bagi sebagian anak, perubahan tersebut bisa membuat anak tertekan.

Namun, tidak bagi mereka yang sudah terbiasa dengan perubahan, yaaitu anak-anak yang sejak dini telah berinteraksi dengan alam semesta.

  1. Penyayang

Sering-seringlah mengajak anak ke tempat terbuka. Jangan hanya mengurung anak di rumah atau mengajaknya jalan ke mall. Ajak mereka ke kebun binatang dan taman bunga. Biarkan mereka bermain dengan kucing di depan rumah. Ajak mereka menyiram tanaman setiap sore.

Dengan mengenal makhluk ciptaan Allah sejak dini, mereka pun akan lebih mudah menyayanginya. Karena sesungguhnya pikiran anak masihlah murni dan bebas dari tipu daya dan itu membuat mereka lebih mudah untuk menyayangi sesama.

  1. Disiplin

Rasa menyayangi akan membuat anak tertarik untuk memulai tahap yang lebih lanjut, yaitu merawat. Bagaimana bisa sikap senang merawat ini bisa menumbuhkan disiplin tinggi bagi anak? Tentu saja. Jika anak terbiasa merawat hewan atau tumbuhan, mereka tentu harus bersikaap disiplin.

Mereka tak boleh absen memberi makan, membuang kotoran hewan, dan membersihkan kandang. Untuk tumbuhan, mereka juga tak boleh absen untuk menyiramnya tiap sore, jika tak mau tumbuhannya layu. Bukankah ini juga termasuk dari wujud kedisiplinan?

Orang tua tak semestinya terlalu mengkhawatirkan anak ketika mereka beraktivitas di luar. Takut bajunya kotor, takut kukunya kotor dan mereka bisa diare, dan banyak lagi. Bebaskan anak beraktivitas di luar rumah, selagi mereka masih anak-anak dan memiliki sangat banyak waktu untuk beraktivitas di luar, taak seperti kita sebagai orang tua.

Namun tentunya, kebebasan itu harus diimbangi dengan pengawasan orang tua pula. Bagaimana para orang tua di rumah, sudahkah anda mengenalkan anak pada alam semesta?