7 Tips Untuk Orang Tua Agar Sang Buah Hati Rajin Ibadah Setiap Harinya

ajarkan anak ibadah

Sebagai insan yang percaya pada adanya Tuhan, pasti ada suatu kewajiban yang harus kita lakukan sebagai hamba-Nya. Seperti doa yang sering tertulis pada saat tasyakuran kelahiran, “Alhamdulillah telah lahir putra/putri kami. Semoga kelak menjadi anak yang shalih/shaliha.” Kalimat itu bukan hanya sekedar kalimat, benar-benar ada doa orang tua yang terkandung di dalamnya. Karena doa itulah, sudah sepantasnya orang tua berusaha untuk mendidik putra-putrinya dengan baik.

Dalam Islam, kita diajarkan bahwa anak adalah amanah atau titipan dari Allah. Sudah sepantasnya mereka diajarkan berperilaku yang mencerminkan akhlak baik, dididik, dibina dan dipelihara dengan baik, seksama dan sempurna. Mereka diperlakukan seperti itu dengan tujuan agar menjadi insan yang nantinya berguna bagi agama, bangsa dan negara, serta bisa membuat bangga kedua orang tuanya dan keluarga besarnya. Selain itu, orang tua juga memiliki beban untuk menamai anak dan memberi pendidikan yang layak.

Berdasarkan hadits Nabi Muhammad, seorang anak harus diberikan nama, di aqiqah atau di selamati atas kelahirannya pada hari ketujuh setelah ia lahir dan dicukur rambutnya sebagai tanda menghilangkan penyakitnya. Kemudian, anak dididik dengan baik sampai akhirnya dianggap layak untuk dinikahkan. Selain untuk menjalin hubungan baik,menikah juga merupakan contoh ibadah untuk menghindarkan diri dari fitnah dan zina.

Seperti yang telah terpapar diatas, ibadah merupakan salah satu hal yang diajarkan oleh orang tua kita karena hal itu termasuk akhlak baik (mahmudah). Ibadah juga merupakan suatu kewajiban kita kepada Tuhan kita, Allah SWT. Sehingga, ibadah adalah hal yang wajib dikenalkan oleh orang tua kepada anaknya. Dalam Islam, ibadah yang dilakukan oleh para umat-Nya salah satunya adalah shalat.

Shalat merupakan salah satu dari Rukun Islam. Bahkan, shalat merupakan bukti bahwa seseorang menganut agama Islam setelah mengucap kalimat Syahadat. Dalam Q.S. Thaha ayat 132, disebutkan perintah Allah sebagai berikut “Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” Mengetahui perintah Allah seperti itu, Nabi Ibrahim as kemudian berdoa, memohon pada Allah agar selalu menjaga keturunannya menjadi orang yang selalu menjalankan perintahnya, yaitu shalat.

Dalam sehari, ada lima waktu shalat yang wajib kita lakukan, yaitu Shubuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya’. Meski hanya lima waktu yang wajib, namun kenyataannya masih banyak orang yang tidak mengerjakan dengan lengkap, terutama shalat Shubuh. Seringkali banyak orang kesiangan, sehingga tidak sempat melaksanakannya. Hal ini bisa menjadi contoh yang buruk bagi anak-anak karena mereka menganggap orang tua adalah panutan. Bila hal ini terjadi, secara tidak langsung, orang tua ikut bertanggung jawab atas dosa yang telah diperbuat oleh anaknya. Kebiasaan dan ketelatenan orang tua sangat berpengaruh terhadap diri anak. Jadi jika orang tua tidak shalat , anak yang tidak shalat menganggap hal itu biasa saja.

Selain adanya orang tua yang tidak shalat, terkadang anak-anak yang bermain ke masjid juga dimarahi oleh orang dewasa yang berada di masjid itu. Hal ini menimbulkan rasa takut pada anak untuk mengunjungi masjid. Padahal, masjid merupakan tempat yang digunakan orang-orang untuk shalat berjamaah, tempat belajar baca Al-Quran, bahkan tempat melaksanakan tasyakuran. Daripada memarahi anak-anak yang bermain, alangkah lebih baik jika di sekitar masjid atau di dalam masjid disediakan tempat khusus untuk anak-anak sehingga mereka bisa tetap berada di masjid tanpa menganggu ibadah yang dilakukan oleh orang dewasa. Selain itu, kita juga bisa mengenalkan dan mendekatkan anak pada lingkungan masjid. Dengan begitu, diharapkan anak-anak akan semakin mencintai masjid. Jika sejak kecil mereka sudah dibisasakan untuk melakukan suatu hal, apalagi hal itu adalah hal baik, apa yang mereka lakukan itu akan membekas sampai mereka dewasa.

Diawal mengajarkan anak beribadah, tentu akan ada beberapa kesulitan, misalnya anak malas, kurang fokus saat diajari dan kurang sabarnya anak dalam menjalankannya. Berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk menjadikan anak senang menjalankan ibadah.

  1. Perhatikan usia anak, sesuaikan ajaran dengan umurnya.
  2. Sering – sering melibatkan anak dalam kegiatan ibadah , seperti mengaji, shalat dan pergi ke masjid.
  3. Buat ibadah dengan suasana yang rekreatif, misal mengajak anak pergi ke masjid besar atau masjid-masjid terkenal.
  4. Kenalkan anak pada adab dan tata cara melakukan ibadah jika mereka telah memahaminya
  5. Berikan perlengkapan ibadah yang sesuai keinginan, sehingga anak lebih tertarik untuk menggunakannya
  6. Beri penghargaan jika anak telah melakukannya dengan baik dan benar.
  7. Jika dirasa telah paham, beritahu anak tentang kewajibannya dalam menjalankan ibadah dan konsekuensi jika meninggalkannya.