8 Cara Menyapih Anak Usia 2 Tahun

cara menyapih anak

Para orang tua terkadang bingung bagaimana cara menyapih anak. Hal ini sangat penting untuk diketahui oleh seorang ibu. Menyapih artinya usaha untuk mengurangi pemberian ASI oleh ibu terhadap anaknya dengan mulai memperkenalkan anak dengan makanan lain, dimulai dari makanan cair sampai ke makanan bertekstur sesuai umur. Perlu menjadi perhatian bahwa minimal selama 6 bulan ibu wajib memberikan ASI ekslusif kepada anaknya. Jadi selama 6 bulan itu, si bayi hanya akan mendapatkan makanan dan nutrisi murni dari ASI. Maka dari itu seorang ibu wajib mengkonsumsi makanan, minuman dan vitamin yang sangat baik nutrisinya. Setelah masa ASI ekslusif selama 6 bulan, bukan berarti ibu memutuskan asi sama sekali, tapi bayi mulai diperkenalkan dengan makanan lain.

 

ASI sangat baik diberikan sampai batita yaitu sampai usia 2 tahun, ada juga yg memberikan sampai 2,5 tahun ataupun 3 tahun. Tetapi menurut ahli gizi dan dokter, menyapih anak sebaiknya dilakukan pada usia sesudah satu tahun, karena usia 1 tahun anak sudah bisa mengatasi alergi yang muncul dari beberapa makanan.

 

Nah, masalahnya, urusan sapih menyapih di usia 2 tahun keatas ini lah yang seringkali merepotkan ibu. Berbagai cara dicoba, mulai dari resep leluhur, pergi ke mbah mbah atau eyang penyapih, diberikan pahitan, rasa asam dan lain lain yang kadang kala malah akan membuat anak menjadi trauma. Maka dari itu sangat penting diperhatikan bagaimana cara menyapih anak yang benar adalah usahakan kedekatan psikologis anak dengan ibunya, berikan kasih sayang yang lebih kepada anak.

 

Berikut ini beberapa panduan menyapih bayi untuk usia 2 tahun:

 

  1. Usahakan dalam proses penyapihan, hindari kata-kata buruk seperti umpatan, makian, marah, hardikan, bentakan dan usahakan agar tidak menyakiti fisik, seperti mencubit dan memukul. Hal ini untuk menghindari kemungkinan anak pun akan melawan dan akhirnya dia tidak mau makan dan minum sama sekali, sehingga tumbuh menjadi anak yang sulit makan. Hal itu juga malah akan memberikan trauma kepada si anak.
  2. Sangat diperlukan kesabaran ibu dan hindari pemaksaan. Seorang ibu harus sabar memberikan pengertian pada anak, anak usia 2 tahun sudah bisa kita ajak bicara baik-baik, walaupun perkataannya ada yang masih terbata-bata, tapi mereka mengerti apa maksud orang tuanya ajak bicara baik-baik dan katakan bahwa dia sudah besar, harus bisa mandiri, atau sebentar lagi punya adik dan lain sebagainya.
  3. Kondisi anak pada saat menyapih harus lah dalam keadaan sehat, sangat tidak dianjurkan pada saat bayi sedang sakit, sedang marah, sedih atau ngambek. Ketika menyapih dalam keadaan itu, malah hanya akan menyebabkan anak ibu merasa tertekan dan merasa tidak bahagia.
  4. Kurangi frekuensi pemberian Ini untuk menjaga agar anak tidak kaget. Misalnya jika si anak diberi ASI setiap saat, maka kurangi menjadi 2 atau 3 kali saja, semua disesuaikan dengan kondisi ibu dan anaknya.