5 Life Skills Wajib Untuk Anak

Life Skills Wajib Untuk Anak

Tentu kita tidak ingin anak-anak kita mendapat julukan sebagai anak manja dan tidak tahan kerja keras maupun tekanan. Nah, sebagai orangtua, sudahkah kita membekali anak-anak kita dengan kecakapan hidup (life skills) yang bisa membuatnya mandiri dan bertanggung jawab? Berikut ini ada beberapa life skills wajib untuk anak Anda yang perlu ditanamkan dan dimiliki oleh anak-anak terlebih para remaja. Yuk kita bahas satu persatu life skills wajib untuk anak!

Pendidikan Karakter

Hal pertama yang penting yang termasuk dalam life skills wajib untuk anak adalah pendidikan karakter . Hal itu sangat erat kaitannya dengan cara anak kita bersikap dan berkomunikasi dengan orang lain baik yang sebaya, lebih tua, maupun lebih muda.  Tentu kita ingin anak-anak kita mampu berpendapat/ menyatakan ketidaksetujuannya dengan cara yang santun dan tetap menghargai orang lain. Tentunya hal ini tidak hanya didapat dari sekolah saja, tapi contoh yang diberikan orangtua dan orang-orang di sekitarnya.

Life Skills Wajib Untuk Anak mengelola uang

Mengelola Keuangan

Hal kedua adalah tentang cara mengelola keuangan sebagai life skills wajib untuk anak. Waktu yang dirasa cukup pas untuk memulai edukasi keuangan bagi anak adalah usia sekolah dasar. Di usia ini, anak sudah mulai belajar berhitung dan mengenal pecahan uang. Jika anak sudah makin mahir berhitung, Sahabat bisa memintanya mengelola keuangannya sendiri, dimulai dari uang saku, menabung, dan sebagainya.

Sedangkan untuk anak remaja paling tidak sudah memiliki rekening bank sendiri. Ketika akan membuka rekening, biarkan mereka yang mengurusnya sementara orang tua sebagai pendamping atau pengawas saja. Ini akan membantu mereka memahami soal tabungan, bunga bank, dan sebagainya. Sebaiknya orang tua untuk memberi uang saku per bulan untuk anak remaja. Supaya uang saku sesuai dengan kebutuhan, maka orangtua untuk meminta anak menuliskan daftar kebutuhannya (bukan keinginan) setiap bulan. Barulah orangtua memberi sejumlah itu.Hal itu juga menerapkan perilaku disiplin bagi si anak.

Menangani Keadaan Darurat (P3K)

Pengetahuan tentang keadaan darurat atau biasa disebut dengan P3K perlu diajarkan pada anak. Bisa dimulai dengan bagaimana cara yang tepat untuk menghentikan darah yang keluar, apa yang harus dilakukan ketika ada yang terjatuh atau lecet, kapan orang harus langsung dibawa ke rumah sakit, sampai keadaan yang gawat seperti bagaimana memadamkan api, apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa dan sebagainya. Sehingga ketika ada orang yang membutuhkan saat keadaan darurat, si anak bisa membantu dengan gesit.

Manajemen Waktu

Hal sederhana namun sering dirasa sulit adalah manajemen waktu. Lalu, bagaimana cara melatihnya? Selalu catat apa yang perlu atau harus dilakukan di dalam catatan yang mudah terlihat. Hal itu bermanfaat untuk mengingatkan kegiatan apa saja yang akan dilakukan.

Ketrampilan Analog

Tidak bisa dipungkiri, sekarang memang sudah era digital, semua serba instan. Hasil penelitian Kaiser Family Foundation menunjukkan anak remaja, online lebih dari 7.5 jam per harinya. Wow, waktu yang cukup banyak juga ya? Keterikatan dengan teknologi ini atau terutama gadget, turut mengubah karakter masyarakat kita, termasuk anak-anak. Misalnya saja coba tanyakan ke anak Anda, seberapa banyak nomor handphone yang dia hafal? Bahkan ada yang nomor handphone orang tua sendiri lupa atau malah ada yang tidak hafal sama sekali. Mereka bisa beralasan bahwa nomor orang tua mereka sudah ada di handphone. Memang handphone mempermudah untuk komunikasi. Namun bagaimana jika dalam keadaan mendesak butuh untuk menelepon orang tua sedangkan handphone-nya sedang mati? Maka dari itu si anak sebaiknya menghafal nomor handphone orang tua, atau bisa juga dengan mencatat nomor orang tua di buku catatan nomor telepon.

Mungkin itu saja pembahasan . Kalau ada yang mau menambahkan silahkan isi kolom komentar di bawah ini.