16 Tips Memilih Baby Sitter

Tips Memilih Baby Sitter

Babysitter merupakan sebuah pekerjaan yang bertugas untuk menjaga bayi seseorang. Babysitter merupakan kebutuhan banyak keluarga yang tinggal di kota-kota besar. Karena para ibu sedang bekerja kantoran, maka mereka akan kesulitan tentunya bila tidak dibantu oleh baby sitter. Selain itu, babysitter juga banyak dicari menjelang dan sesudah lebaran karena orang tua akan disibukkan dengan segala persiapan menjelang lebaran. Belum juga kalau masih banyak tamu walaupun lebaran telah usai.

Masyarakat tetap mencari dan memperkerjakan babysitter walaupun saat ini banyak sekali terjadi kasus kejahatan yang melibatkan babysitter. Contohnya saya yang sering kita dengar lewat media massa adalah kasus pembantu yang mencuri harta majikan atau babysitter yang menculik anak majikannya. Bahkan ada juga kasus pembantu membunuh anak majikan. Sungguh sangat ironis sekali.

Mencari calon pembantu dan atau babysitter yang tepat bukanlah persoalan yang mudah. Tingkat kepercayaan merupakan syarat utama dalam memilih babysitter yang tepat. Kriteria baik pun belum tentu dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Masyarakat harus dapat memilih pembantu dan atau babysitter dengan tepat. Berikut ini 16 Tips Memilih Baby Sitter yang tepat :

  1. Apabila Anda mengambil babysitter dari agen penyalur babysitter, pilihlah agen yang sudah terkenal dan profesional serta memiliki reputasi yang baik.
  2. Babysitter harus memiliki identitas lengkap seperti KTP dan alamat rumahnya. Pastikan kartu identitasnya asli dan alamatnya jelas, sehingga dapat dihubungi apabila terjadi sesuatu. Jangan pernah memilih babysitter yang tidak punya keterangan jelas tentang siapa dirinya.
  3. Lihat riwayat pengalaman kerjanya dan mengeceknya dengan keluarga yang pernah memperkerjakan dia sebelum memutuskan untuk memilih. Sebaiknya memilih babysitter yang telah memilihi banyak pengalaman. Lihat juga apakah calon babysitter memiliki latar belakang kriminal atau kejadian masa lalu yang tidak baik.
  4. Percaya dengan apa yang Anda rasakan (feeling) saat bertemu muka dengan calon babysitter untuk pertama kalinya. Karena feeling Anda juga dapat menuntukan bagaimana babysitter tersebut. Apabila merasa tidak cocok, lebih baik cari yang lainnya.
  5. Sebaiknya hindari memperkerjakan babysitter yang terlalu muda usianya karena biasanya masih kurang pengalaman.
  6. Temui calon babysitter Anda terlebih dahulu dan lakukan interview layaknya menyeleksi calon karyawan. Apabila perlu buatlah daftar pertanyaan yang berkaitan dengan pekerjaannya, dengan begitu bisa dilihat kualitas yang dimilikinya dan kepribadiannya lebih mendalam.
  7. Apabila Anda merasa cocok dengan calon babysitter, kenalkan ke anak Anda. Lihatlah apakah mereka bisa berinteraksi baik dengan anak Anda atau tidak. Apabila anak Anda terlihat kurang nyaman, bisa mencari babysitter yang lainnya.
  8. Lihat reaksi dan dengarkan apa yang dikatakan anak Anda setelah bertemu dengan calon pengasuhnya pertama kali. Kecocokan antara anak dan babysitternya adalah hal yang sangat penting.
  9. Pastikan calon babysitter mengetahui pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), misalnya mengetahui bagaimana cara mencegah dan mengetahui apa yang harus dilakukan apabila anak tersedak dan keracunan makanan. Pastikan calon babysitter mengetahui teknik bantuan pernafasan atau Cardiopulmonary resuscitation (CPR). Apabila belum mengetahui, bisa Anda membantu babysitter tersebut untuk memahaminya supaya dapat berjaga-jaga apabila ada hal-hal yang diperlukan.
  10. Babysitter wajib mengetahui gejala-gejala penyakit yang umum diderita anak dan mampu mengatasi gejala awalnya. Pastikan PRT dan baby sitter mengetahui kotak penyimpanan obat-obatan dan P3K di rumah Anda. Apabila anak Anda memiliki riwayat penyakit tertentu seperti alergi, asma atau lainnya, sebaiknya memberi tahu babysitter juga.
  11. Babysitter harus mengetahui hal apa yang harus dilakukan saat kebakaran terjadi ketika Anda tidak berada di rumah.
  12. Babysitter harus mengerti bahwa sebaiknya tidak membiarkan bayi Anda tidur dalam posisi tengkurap di tempat tidur, untuk meminimalkan resiko bayi Anda dari Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau kesulitan bernafas saat tidur.
  13. Babysitter harus mengerti konsep bersih dan steril, misalnya dengan rajin mencuci tangan dan kaki anak. Selalu mensterilkan alat makan dan minum anak Anda. Karena kebersihan penting guna menghindarkan anak Anda dari berbagai penyakit.
  14. Babysitter wajib menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan bermain si kecil, misalnya dengan mejauhkan benda-benda yang tajam atau berbahaya jauh dari jangkauan anak.
  15. Babysitter mengetahui bahwa bayi tidak boleh dibiarkan walau sedetik pun di bak mandinya. Hal ini dapat berakibat fatal karena bisa saja si bayi tenggelam.
  16. Babysitter bersih dan rapih. Pengasuh bayi tidak memiliki bau badan, sebaiknya yang berkuku pendek, rambut tersisir dan berkulit bersih. Biasanya bila dia rapi dan bersih, begitu pula halnya dalam merawat anak Anda.

Dari kriteria yang telah disebutkan di atas, Anda dapat memilih dan memilah babysitter mana yang tepat untuk Anda dan anak Anda. Semoga artikel Tips Memilih Baby Sitter ini bermanfaat.